CNN Indonesia
Minggu, 01 Feb 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Ada dua pilihan ketika menyimpan telur, yaitu di kulkas atau di area bersuhu ruangan. Namun di manakah lokasi yang paling aman? (iStockphoto/okanmetin)
Jakarta, CNN Indonesia --
Saat menambah stok telur, kamu tentu membelinya untuk satu atau dua minggu ke depan. Pada momen penyimpanan, terkadang dilema datang: simpan di kulkas atau di suhu ruangan saja, ya?
Menyimpan telur di luar kulkas atau di suhu ruangan, bisa menjaga rasa asli telur. Di sisi lain, kulkas diperlukan jika telur hendak disimpan dalam waktu yang cukup lama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, jadi sebenarnya di mana tempat terbaik menyimpan telur? Simak penjelasannya berikut ini.
Di mana sebaiknya menyimpan telur?
Kalau menurut James Martin, chef terkenal asal Inggris, telur sebaiknya tidak disimpan di kulkas. Mengapa?
Soalnya, cangkang telur memiliki pori, sehingga mudah menyerap aroma dari makanan lain yang ada di kulkas. Ini tentu dapat memengaruhi rasa telur.
Selain soal rasa, telur dingin juga kurang ideal untuk masakan. Martin mengatakan, telur yang diambil langsung dari kulkas bisa memengaruhi hasil makanan, terutama jika dijadikan bahan kue.
Hal senada juga diungkapkan King Arthur Baking, perusahaan baking asal Amerika Serikat. Mengutip Huffpost, perusahaan ini menyebut telur dingin membutuhkan waktu lebih lama untuk matang.
Telur dingin dapat membuat tekstur kue menjadi lebih kaku. Selain itu, telur yang masih dingin berisiko retak jika langsung dimasukkan ke air panas untuk direbus.
Di sisi lain, otoritas keamanan pangan Inggris, Food Standards Agency (FSA), justru menyarankan telur disimpan di tempat sejuk dan kering. Kulkas menjadi pilihan paling aman.
Menyimpan telur pada suhu yang stabil penting untuk menjaga keamanannya. Perubahan suhu yang terlalu sering, dapat menimbulkan embun pada cangkang telur. Ini berpotensi memudahkan bakteri seperti Salmonella masuk ke dalam telur.
Selain telur utuh, telur yang sudah dipecahkan juga harus disimpan di kulkas. Menurut FSA, bakteri berbahaya dapat berkembang dengan cepat pada telur cair yang disimpan di suhu ruang. Bahkan jika disimpan di kulkas pun, sebaiknya dibuang jika sudah lebih dari 24 jam.
Cara menyimpan telur agar tetap aman
Foto: iStockphoto/Raywatt Jhantarangura
Ilustrasi penyimpanan telur.
Jadi, bagaimana cara menyimpan telur yang benar? Apakah di kulkas atau di suhu ruangan saja? Jawabannya, tergantung pada kebutuhan.
Menyimpan telur di kulkas bisa membuatnya lebih awet dan aman, terutama jika kamu tidak akan menggunakannya dalam waktu dekat.
Di sisi lain, bagi orang yang sering memasak dengan bahan dasar telur, menyimpannya di luar kulkas pun tak masalah. Hal ini karena telur cepat digunakan dan tidak disimpan terlalu lama.
Ada beberapa merek telur yang menyertakan tanggal kedaluwarsa di kemasan, sehingga kamu bisa memperkirakan kapan telur harus digunakan.
Namun jika kamu membeli telur secara curah, catatlah tanggal pembeliannya. Mengutip Healthline, telur bisa bertahan di kulkas selama tiga sampai lima minggu.
Jika kamu ragu ketika menangani telur, berikut ini ada beberapa panduan cara menyimpan telur dari Martha Stewart:
- Tangani telur dengan hati-hati karena sifatnya mudah rapuh. Penyimpanan yang tidak tepat, salah penanganan, dan retakan kecil dapat memicu pertumbuhan bakteri.
- Hindari telur retak saat membeli, karena cangkang yang retak dapat meningkatkan risiko kontaminasi dari partikel di udara dan memicu penyakit bawaan makanan.
- Jangan mencuci telur karena dapat mendorong bakteri menembus cangkang. Jika kamu mendapatkan telur kotor, cukup bersihkan dengan kain kering atau tisu.
- Jauhkan telur dari makanan berbau menyengat, karena telur dapat menyerap aroma kuat jika disimpan terlalu lama dekat sumber aroma.
- Cuci tangan sebelum menyentuh telur untuk mencegah kuman di tangan masuk ke dalam makanan.
Itu dia cara menyimpan telur yang tepat. Jadi, sudah memilih di mana kamu akan menyimpan telur?
(bac)

















































