Lamine Yamal soal Chant Anti-Islam di Spanyol vs Mesir: Saya Muslim

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemain tim nasional Spanyol Lamine Yamal menegaskan dirinya muslim dan mengutuk aksi anti-Islam dalam laga Spanyol versus Mesir.

Dalam pertandingan uji coba Spanyol versus Mersir di Stadion RCDE pada Rabu (1/4) dini hari WIB itu suporter tuan rumah sempat menyanyikan: yang tidak melompat muslim.

Peristiwa ini dianggap sebagai tindakan rasialisme. Persoalan suku, agama, dan ras, tidak sepantasnya dijadikan nyanyian. Hal ini bisa menyinggung dan sebaiknya dihindari. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yamal, yang adalah pemain Spanyol dan merupakan seorang muslim, menyebut tindakan suporter itu sebagai bodoh dan rasis. Namun, ia memahami maksud dan tujuan suporter.

"Kemarin di stadion terdengar nyanyian 'yang tidak melompat adalah Muslim'. Saya tahu itu untuk tim lawan dan itu bukan sesuatu yang bersifat pribadi terhadap saya."

"Tetapi, sebagai seorang Muslim, itu tetap tidak sopan dan tidak dapat ditoleransi," tulis Yamal dalam unggahan media sosial Instagram pribadi miliknya, Rabu (1/4). 

[Gambas:Instagram]

Secara pribadi pemain Barcelona ini memahami bahwa maksud dan tujuan suporter Spanyol bukan untuk merendahkan, tetapi membawa-bawa agama bukan sikap yang terpuji.

"Saya paham tidak semua fanatik begitu, tetapi untuk mereka yang menyanyikan itu: menggunakan agama jadi bahan ejekan di lapangan, membuat Anda menjadi orang bodoh dan rasis."

"Sepak bola harus dinikmati dan didukung, bukan untuk menghina orang karena siapa mereka atau apa yang mereka yakini," ucap pemain kelahiran 13 Juli 2007 tersebut.

Terlepas dari itu, Yamal berterima kasih kepada semua suporter yang hadir di stadion. Ia berharap hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hati. "Sampai jumpa di Piala Dunia," tulisnya. 

[Gambas:Video CNN]

(abs)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |