Lighthouse Parenting, Pola Asuh yang Lebih Seimbang dan Bagus

2 hours ago 6

CNN Indonesia

Jumat, 26 Jun 2026 19:30 WIB

Lighthouse parenting Ilustrasi. Lighthouse parenting membuat anak lebih mandiri tanpa kehilangan peran orang tua. (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Apa itu lighthouse parenting? Istilah ini belakangan semakin sering dibicarakan seiring meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya kesehatan mental dan kemandirian anak. Lighthouse parenting atau pola asuh mercusuar dinilai mampu menciptakan keseimbangan antara perlindungan dan kebebasan, sehingga anak dapat tumbuh lebih percaya diri tanpa kehilangan dukungan dari orang tuanya.

Konsep ini dipopulerkan oleh dokter anak sekaligus pakar perkembangan remaja, Kenneth Ginsburg. Lighthouse parenting dianggap sebagai alternatif yang lebih seimbang dibandingkan helicopter parenting, pola asuh yang dikenal terlalu protektif dan cenderung mengontrol kehidupan anak secara berlebihan.

Lantas, apa itu lighthouse parenting dan bagaimana perbedaannya dengan helicopter parenting?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Lighthouse Parenting

Jika diibaratkan sebagai mercusuar yang menerangi lautan, orang tua dalam lighthouse parenting berfungsi sebagai penunjuk arah bagi anak. Mereka hadir untuk memberikan bimbingan, membantu anak memahami risiko, serta menjadi tempat yang aman ketika anak menghadapi kesulitan.

Melansir Good Housekeeping, orang tua tidak mengendalikan setiap langkah dan keputusan anak. Sebaliknya, mereka memberikan ruang bagi anak untuk belajar dari pengalaman, mengambil keputusan sesuai usianya, dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat.

Pendekatan ini berupaya menyeimbangkan kasih sayang, aturan, perlindungan, dan kepercayaan. Anak tetap mendapatkan dukungan, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengatasi masalah secara mandiri.

Manfaat Lighthouse Parenting

Penerapan lighthouse parenting diyakini memberikan sejumlah manfaat bagi tumbuh kembang anak, antara lain:

• Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

• Membantu anak menjadi lebih mandiri dan percaya diri.

• Memperkuat hubungan antara orang tua dan anak melalui rasa saling percaya.

• Mengurangi kecenderungan anak terlibat dalam perilaku berisiko.

• Mendukung pencapaian akademik yang lebih baik.

• Membantu anak merasa lebih aman secara emosional.

• Meningkatkan ketahanan mental (resilience).

• Mengembangkan keterampilan sosial yang lebih baik.

• Mendorong sikap optimistis dan kedewasaan.

Melalui pola asuh ini, anak tidak hanya belajar meraih keberhasilan, tetapi juga memahami cara bangkit ketika menghadapi kegagalan.

Perbedaan Lighthouse Parenting dan Helicopter Parenting

Meski sama-sama bertujuan melindungi anak, lighthouse parenting dan helicopter parenting memiliki pendekatan yang berbeda dalam praktiknya, berikut perbedaannya:

1. Tingkat kemandirian anak

Pada helicopter parenting, orang tua cenderung terlibat dalam hampir seluruh aspek kehidupan anak. Mereka sering kali turun tangan untuk menyelesaikan masalah sebelum anak memiliki kesempatan mencari solusi sendiri.

Sebaliknya, lighthouse parenting memberikan ruang bagi anak untuk menghadapi tantangan secara mandiri. Orang tua tetap mengawasi dan siap membantu jika diperlukan, tetapi tidak mengambil alih seluruh proses.

2. Cara anak belajar mengambil keputusan

Orang tua dengan gaya helicopter parenting kerap menjadi pengambil keputusan utama, mulai dari urusan sekolah hingga aktivitas sehari-hari anak.

Sementara itu, melansir Parent, dalam lighthouse parenting, anak didorong untuk ikut berpikir dan menentukan pilihannya sendiri. Orang tua memberikan arahan dan pertimbangan, tetapi tidak langsung memberikan jawaban atau solusi.

Pendekatan ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dalam mengambil keputusan.

3. Pengaruh terhadap kesehatan emosional

Keterlibatan yang terlalu besar dalam helicopter parenting dapat membuat anak merasa tertekan karena takut melakukan kesalahan atau mengecewakan orang tua.

Sebaliknya, lighthouse parenting menciptakan rasa aman tanpa menghilangkan kebebasan. Anak memahami bahwa orang tua selalu siap mendukung, tetapi mereka juga dipercaya untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kondisi tersebut dapat membantu anak mengembangkan kecerdasan emosional serta kemampuan mengelola stres dengan lebih baik.

4. Penerapan aturan dan batasan

Helicopter parenting umumnya disertai pengawasan yang sangat ketat terhadap aktivitas anak.

Di sisi lain, lighthouse parenting tetap memiliki aturan dan batasan yang jelas, tetapi penerapannya lebih fleksibel. Fokus utamanya bukan pada kontrol berlebihan, melainkan pada pembentukan tanggung jawab dan disiplin.

Anak diberikan kepercayaan untuk mengelola dirinya sendiri selama tetap berada dalam batas yang telah disepakati bersama.

Apa itu lighthouse parenting dapat dipahami sebagai pola asuh yang menempatkan orang tua sebagai penuntun, bukan pengendali. Dengan keseimbangan antara dukungan dan kemandirian, pendekatan ini dinilai mampu membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan siap menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

(sac/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |