Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia merupakan cerminan jujur atas sejumlah area yang perlu dibenahi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ia menegaskan peringatan tersebut harus dimaknai sebagai momentum untuk mempercepat reformasi struktural pasar modal nasional.
"Peringatan MSCI adalah cerminan yang jujur atas area yang perlu diperbaiki. Ini momentum untuk membangun pasar modal yang kredibel, yang dipercaya investor karena sistemnya kuat, bukan karena spekulasi," kata Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut menanggapi dinamika pasar modal yang ditandai koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) setelah ada evaluasi MSCI. Menurutnya, volatilitas jangka pendek merupakan mekanisme pasar yang wajar dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.
Ia mengimbau investor, khususnya investor domestik, untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap sentimen jangka pendek. Pasalnya, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memperketat pengawasan perdagangan, termasuk pemantauan transaksi tidak wajar, penegakan aturan terhadap praktik manipulasi, serta penguatan komunikasi pasar.
Luhut juga menyatakan dukungan DEN terhadap sejumlah langkah reformasi yang tengah disiapkan pemerintah dan otoritas pasar modal.
Salah satunya adalah penguatan kewajiban pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) emiten, disertai mekanisme verifikasi dan sanksi yang lebih tegas untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor.
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan free float saham, khususnya emiten berkapitalisasi besar. Ambang minimum free float direncanakan naik secara bertahap dari 7,5 persen menjadi 15 persen guna memperbaiki likuiditas dan kualitas pembentukan harga saham.
Langkah lainnya mencakup percepatan demutualisasi BEI untuk memperkuat tata kelola dan meminimalkan benturan kepentingan, serta peningkatan batas investasi saham bagi dana pensiun dan perusahaan asuransi hingga 20 persen dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
"Dengan memperbesar peran investor institusi domestik, kita membangun bantalan likuiditas agar pasar tidak terlalu rentan terhadap fluktuasi arus modal asing," ujar Luhut.
Terkait pengunduran diri jajaran direksi BEI dan sejumlah pejabat tinggi OJK, Luhut menilai hal tersebut menjadi peluang pembaruan kepemimpinan. Pemerintah akan mendukung proses seleksi yang transparan dan berbasis merit.
DEN juga mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam pengawasan pasar untuk mendeteksi anomali harga dan transaksi secara lebih cepat dan akurat. Menurut Luhut, reformasi pasar modal merupakan bagian dari agenda reformasi ekonomi yang lebih luas untuk memperkuat daya saing nasional.
"Mari kita bergerak serempak. Dari pasar modal, sektor riil, kebijakan industri, hingga reformasi kelembagaan seperti konsolidasi BUMN melalui Danantara dan berbagai deregulasi. Semuanya diarahkan pada satu tujuan: memperkuat daya saing ekonomi nasional sesuai visi Presiden," pungkasnya.
(lau/pta)
















































