Lukisan Gua Tertua Ditemukan di Pulau Muna Sulawesi, Segini Usianya

3 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Para peneliti baru-baru ini berhasil menemukan lukisan gua berbentuk cap tangan berusia 67.800 tahun di gua batu gamping di Sulawesi Tenggara. Simak penampakannya.

Penelitian ini melibatkan tim kolaborasi internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Griffith University, dan Southern Cross University dari Australia. Lukisan cap tangan itu ditemukan di Leang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penemuan ini dirilis dalam jurnal ilmiah internasional Nature, dengan judul 'Rock art from at least 67.800 years ago in Sulawesi'.

Para peneliti meyakini bahwa temuan ini merupakan seni cadas tertua yang pernah tertanggal secara andal, sekaligus membuktikan langsung bahwa manusia telah menyeberangi laut secara sengaja sejak hampir 70.000 tahun lalu.

Penemuan cap tangan berusia setidaknya 67.800 tahun ini juga menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat terpenting dalam sejarah awal seni simbolik dan penjelajahan laut manusia modern di dunia.

Peneliti Pusat Riset Arkeometri BRIN Adhi Agus Oktaviana mengatakan bahwa usia minimum seni cadas Pulau Muna ini lebih tua 16.600 tahun dibanding seni cadas dari Maros-Pangkep. Seni cadas ini juga 1.100 tahun lebih tua dibandingkan cap tangan dari Spanyol yang sebelumnya dikaitkan dengan Neanderthal dan selama ini dianggap sebagai seni gua tertua di dunia.

Untuk mengungkap seni cadas ini, para peneliti menerapkan teknik penanggalan laser-ablation uranium-series (LA-U-series) pada lapisan kalsit mikroskopis yang menutup lukisan gua.

Hasil analisis menunjukkan umur 71.600 + 3.800 tahun, yang memberikan batasan usia minimum sebesar 67.800 tahun bagi cap tangan ini.

This handout photograph released by Griffith University's Maixme Aubert on January 21, 2026, shows a view of prehistoric cave paintings in the Sulawesi island of Indonesia. In the caves of Sulawesi, Indonesia, researchers have discovered slender stenciled hands with deliberately elongated, claw-like fingernailsthe oldest example of rock art in the world, dating back 67,800 years. (Photo by Maxime AUBERT / GRIFFITH UNIVERSITY / AFP)Temuan ini juga menegaskan bahwa Wallacea atau garis Wallace bukan sekadar jalur menuju Australia, melainkan ruang hidup utama manusia modern awal. (Foto: AFP/MAXIME AUBERT)

Temuan ini juga menegaskan bahwa Wallacea atau garis Wallace bukan sekadar jalur menuju Australia, melainkan ruang hidup utama manusia modern awal.

"Sangat mungkin bahwa pembuat lukisan ini merupakan bagian dari populasi yang kemudian menyebar lebih jauh ke timur dan akhirnya mencapai Australia," kata Adhi, dalam keterangan resminya, Kamis (22/1).

Temuan ini sekaligus memperkuat model kronologi panjang, yang menyatakan bahwa manusia mencapai daratan Sahul (Australia-Papua) setidaknya sekitar 65.000 tahun lalu.

Renaud Joannes-Boyau, peneliti yang tergabung dalam tim tersebut, mengatakan bahwa penelitian ini memberikan bukti langsung tertua keberadaan manusia modern di jalur migrasi utara menuju Sahul, yang melibatkan penjelajahan laut antara Kalimantan dan Papua.

"Dengan penanggalan seni cadas ini, kita kini memiliki bukti paling awal keberadaan manusia modern di jalur migrasi utara menuju Sahul," kata Renaud.

Salah satu peneliti utama, Maxime Aubert, mengatakan temuan ini juga menunjukkan bahwa Sulawesi merupakan salah satu pusat budaya artistik tertua dan paling berkelanjutan di dunia, dengan akar yang berasal dari fase paling awal hunian manusia di kawasan ini.

Researcher Maxime Aubert examines an ancient cave painting in a limestone cave called Liang Metanduno on Muna, a small satellite island off the southeastern peninsula of the Indonesian island of Sulawesi, in this photograph released on January 21, 2026. Ahdi Agus Oktaviana/Handout via REUTERSPara peneliti meyakini bahwa temuan ini merupakan seni cadas tertua yang pernah tertanggal secara andal, sekaligus membuktikan langsung bahwa manusia telah menyeberangi laut secara sengaja sejak hampir 70.000 tahun lalu. (Foto: Ahdi Agus Oktaviana/Handout via REUTERS)

Adam Brumm dari Australian Research Centre for Human Evolutin (ARCHE), Griffith University, menjelaskan bahwa cap tangan yang ditemukan dalam seni cadas Pulau Muna ini juga memiliki ciri unik secara global, dengan modifikasi yang mempersempit bentuk jari sehingga menyerupai cakar, mencerminkan ekspresi simbolik yang matang.

Menurut dia makna simbolik dari penyempitan bentuk jari ini masih bersifat spekulatif.

"Namun, seni ini bisa saja melambangkan gagasan bahwa manusia dan hewan memiliki hubungan yang sangat erat. Hal tersebut sudah mulai terlihat dalam seni lukis paling awal di Sulawesi, termasuk setidaknya satu adegan yang kami tafsirkan sebagai representasi makhluk setengah manusia dan setengah hewan," kata Adam, yang juga ikut memimpin penelitian ini.

(dmi/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |