Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya

2 hours ago 8

CNN Indonesia

Jumat, 05 Jun 2026 07:40 WIB

Cropped close up of a woman's sad, exhausted brown eyes, ringed with dark circles and looking straight at the camera. Ilustrasi. Mata melotot bisa jadi tanda mengalami gejala penyakit ini. (iStockphoto/RapidEye)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mata yang tampak lebih menonjol atau melotot sering kali dianggap sebagai karakteristik fisik bawaan. Namun, kondisi tersebut juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan yang serius, salah satunya penyakit mata tiroid atau thyroid eye disease (TED).

Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, Tri Wahyu, mengatakan gangguan mata akibat penyakit tiroid memiliki ciri khas yang cukup mudah dikenali, yakni bola mata yang terlihat lebih menonjol dari biasanya.

Menurut Tri, sekitar 50 persen pasien dengan gangguan tiroid dapat mengalami thyroid eye disease. Sebagian besar kasus TED juga ditemukan pada pasien dengan kondisi hipertiroid atau kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 90 persen pasien penyakit mata tiroid memiliki kondisi hipertiroid, walaupun sebagian lainnya memiliki kadar hormon yang normal atau bahkan di bawah normal," kata Tri mengutip Antara.

Apa itu thyroid eye disease?

TED merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada otot serta jaringan lemak di sekitar bola mata.

Kondisi ini berkaitan erat dengan hipertiroidisme. Pada penderita, antibodi yang menyerang kelenjar tiroid juga dapat menyerang jaringan di sekitar mata sehingga memicu berbagai gangguan penglihatan dan perubahan bentuk mata.

Akibat proses peradangan tersebut, otot-otot di sekitar mata mengalami pembengkakan dan peregangan. Inilah yang membuat bola mata terdorong ke depan sehingga tampak menonjol atau melotot.

Selain mata melotot, TED juga dapat menimbulkan berbagai keluhan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tri menjelaskan, penderita penyakit mata tiroid bisa mengalami penglihatan ganda atau dobel, kesulitan menutup kelopak mata, mata juling, hingga gangguan pergerakan bola mata.

Masalahnya, gejala awal gangguan tiroid sering kali tidak spesifik sehingga kerap luput dari perhatian. Beberapa tanda yang umum muncul antara lain tangan gemetar atau tremor, mudah berkeringat terutama pada malam hari, berat badan sulit naik meski nafsu makan meningkat, serta frekuensi buang air besar yang lebih sering.

Karena gejala tersebut kerap dianggap sepele, banyak pasien baru menyadari dirinya mengalami gangguan tiroid setelah muncul perubahan pada mata.

"Bahkan hipertiroid ini sering baru diketahui ketika gejalanya sudah spesifik, terutama saat muncul di mata. Banyak pasien justru datang lebih dulu ke dokter mata," ujar Tri.

Perempuan usia di atas 40 tahun lebih berisiko

Tri mengungkapkan perempuan berusia di atas 40 tahun memiliki risiko sekitar lima kali lebih besar mengalami penyakit mata tiroid dibandingkan kelompok lainnya.

Peningkatan risiko ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari riwayat genetik, stres, hingga kebiasaan merokok. Tidak hanya perokok aktif, paparan asap rokok sebagai perokok pasif juga dapat memperburuk atau memicu munculnya TED.

Karena itu, orang yang memiliki faktor risiko dan mulai mengalami perubahan pada mata sebaiknya segera memeriksakan diri untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dampak penyakit mata tiroid tidak berhenti pada gangguan penglihatan. Perubahan penampilan akibat mata yang menonjol juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kualitas hidup penderitanya.

Tri mengatakan tidak sedikit pasien TED yang merasa minder, menarik diri dari lingkungan sosial, hingga kehilangan kepercayaan diri dalam bekerja karena perubahan bentuk mata yang dialami.

Oleh sebab itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

"Deteksi dini dan penanganan yang tepat pada gangguan kelopak mata dapat memberikan hasil yang optimal, baik dari sisi fungsi kelopak mata maupun aspek estetikanya," kata Tri.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |