Mayapada Eye Centre Ajak Masyarakat Berinvestasi pada Kesehatan Mata

2 hours ago 8

Mayapada Hospital | CNN Indonesia

Senin, 22 Jun 2026 11:47 WIB

Mayapada Hospital Foto: Arsip Mayapada Hospital

Jakarta, CNN Indonesia --

Meningkatnya Angka Harapan Hidup (AAH) masyarakat Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jangka panjang, termasuk kesehatan mata yang selama ini kerap terabaikan.

Di tengah tren longevity atau hidup sehat dan berkualitas hingga usia lanjut, kualitas penglihatan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan produktivitas dan aktivitas sehari-hari.

Namun, kesadaran menjaga kesehatan mata masih relatif rendah meski gangguan penglihatan semakin banyak ditemukan, baik akibat proses penuaan maupun perubahan gaya hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tantangan kesehatan mata saat ini pun beragam, mulai dari presbiopia (mata tua) akibat proses penuaan alami hingga meningkatnya risiko miopia (rabun jauh) dan astigmatisme (silinder) yang dipicu oleh penggunaan perangkat digital secara intensif.

Menjawab tantangan tersebut, Mayapada Eye Centre (MEC) memberikan edukasi komprehensif mengenai solusi koreksi penglihatan modern dengan prosedur cepat dan presisi, melalui SMILE Pro untuk miopia dan astigmatisme dengan durasi tindakan selama 8 detik, serta PRESBYOND untuk presbiopia yang dapat diselesaikan dalam sekitar 20 detik.

Solusi ini menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang untuk membantu masyarakat menjaga kualitas penglihatan dan tetap aktif di era longevity.

Edukasi ini disampaikan dalam Exclusive Sharing Session dan Media Gathering bertajuk "Longevity Era: Investing in Vision for a Better Quality of Life" di The Orient Hotel Jakarta.

President Director & CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia mengungkapkan, langkah proaktif Mayapada Eye Centre ini merupakan bagian dari upaya Mayapada Healthcare dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan di era longevity.

"Ketika masyarakat tidak hanya berfokus pada usia harapan hidup (lifespan), tetapi juga pada kualitas hidup (healthspan) yang sehat, aktif, dan produktif sepanjang usia. Dalam hal ini, kesehatan mata juga menjadi aspek penting yang perlu dijaga untuk mendukung aktivitas sehari-hari," kata Navin dalam keterangannya dikutip Senin (22/6).

Melalui MEC, kata Navin, Mayapada Healthcare menghadirkan layanan kesehatan mata yang komprehensif dan terintegrasi, didukung teknologi oftalmologi mutakhir, tim dokter spesialis dan subspesialis berpengalaman.

"Serta standar pelayanan internasional untuk membantu masyarakat menjaga fungsi penglihatan dan menjalani hidup secara optimal di setiap tahap usia," ujarnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Zoraya Ariefia Feranthy, Sp.M, menyoroti meningkatnya kasus miopia dan astigmatisme pada usia produktif yang dipengaruhi tingginya penggunaan perangkat digital sejak usia dini.

Menurutnya, aktivitas yang didominasi penggunaan gawai dan membaca dalam waktu lama membuat mata terus bekerja pada jarak dekat sehingga lebih rentan mengalami kelelahan dan gangguan refraksi.

Kondisi tersebut umumnya membuat seseorang bergantung pada kacamata atau lensa kontak untuk mendapatkan penglihatan yang jelas.

"Namun, sering kali kacamata memengaruhi kenyamanan, produktivitas, hingga kualitas hidup sehari-hari. Karena itu, menjaga kesehatan mata menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mempertahankan produktivitas dan kualitas hidup di era longevity," ujarnya.

Sebagai solusi, MEC menghadirkan teknologi SMILE Pro yang menggunakan laser femtosecond generasi terbaru dan didukung teknologi Oculign System untuk meningkatkan akurasi serta stabilitas tindakan.

Prosedur ini bersifat minimal invasif (minim sayatan) dengan waktu tindakan yang singkat dan efektif, sehingga dapat membantu pasien mengurangi ketergantungan terhadap kacamata maupun lensa kontak, termasuk pada kasus rabun dekat atau hipermetropia.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Gia Pratama, turut membagikan pengalamannya setelah menjalani prosedur SMILE Pro. Ia mengungkapkan, ebagai dokter dengan aktivitas harian yang padat dan dinamis, kenyamanan penglihatan sangat berpengaruh terhadap produktivitas saya.

"Setelah menjalani SMILE Pro, banyak hal terasa lebih praktis karena saya dapat beraktivitas tanpa bergantung pada kacamata. Bagi saya, ini tentang melihat lebih jelas, bekerja lebih nyaman, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik," ungkapnya.

Selain gangguan refraksi pada usia produktif, tantangan kesehatan mata lainnya yang banyak dialami masyarakat adalah presbiopia atau mata tua. Proses penuaan juga menjadi tantangan kesehatan mata yang banyak dialami masyarakat.

Dokter Konsultan Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), menjelaskan, di era longevity, banyak individu ingin tetap aktif hingga usia lanjut.

Namun, seiring bertambahnya usia, kemampuan fokus mata akan menurun yang dikenal sebagai presbiopia, yaitu kondisi ketika mata mulai sulit melihat objek dekat. Kondisi ini mulai muncul usia 40 tahun, dan kini semakin terasa akibat tingginya penggunaan perangkat digital dalam aktivitas sehari-hari.

"Salah satu solusi terkini yaitu melalui teknologi PRESBYOND yang dapat membantu pasien mengurangi ketergantungan kacamata untuk penglihatan jauh, menengah dan dekat," ujarnya.

Mayapada Eye Centre terus menghadirkan layanan kesehatan mata berbasis teknologi terkini untuk mendukung deteksi dini, diagnosis presisi, dan perawatan mata yang terintegrasi sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Adapun MEC tersedia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Mayapada Tower 2 Sudirman dengan layanan koreksi refraksi seperti SMILE Pro, SMILE Pro Hyperopic, LASIK, dan PRESBYOND, Cross-linking (CXL), serta tindakan operasi katarak, glaukoma, dan layanan retina.

Untuk mendukung pengalaman pasien yang lebih personal dan terkoordinasi, setiap pasien juga didampingi Vision Assistant (VIA) sebagai pendamping personal dalam setiap tahap perjalanan pasien (patient journey), mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga tindak lanjut pasca-prosedur, serta panduan preventive care.

(inh)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |