Bethsaida Hospital | CNN Indonesia
Sabtu, 31 Jan 2026 14:38 WIB
Ilustrasi. (Foto: Arsip Seraphim Medical Center)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebelum munculnya penyakit dinilai semakin relevan di tengah tantangan gaya hidup modern. Pendekatan preventive medicine kini dipandang bukan sekadar tren, melainkan investasi kesehatan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup.
Manager Marketing & Sales Seraphim Medical Center, Wahyu Rizal, menyampaikan bahwa fokus utama preventive medicine adalah menjaga tubuh tetap optimal melalui pencegahan, bukan hanya mengobati ketika penyakit sudah muncul. Pendekatan ini sejalan dengan upaya meningkatkan harapan hidup masyarakat Indonesia agar dapat hidup lebih lama, lebih kuat, dan lebih berkualitas.
"Preventive medicine melihat kesehatan secara menyeluruh. Seluruh aspek kehidupan diperiksa lebih dulu melalui konsultasi dengan dokter, kemudian disusun program yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu," ujarnya kepada CNN Indonesia di CNN Indonesia Wellnest Festival 2026, Jumat (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, Seraphim Medical Center mengedepankan konsep personalized treatment, di mana setiap pasien mendapatkan rencana perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuhnya. Program tersebut mencakup konsultasi medis berbasis functional medicine, latihan fisik, hingga berbagai terapi penunjang kesehatan.
Sejumlah terapi yang saat ini banyak diminati antara lain cryo-chamber therapy, yakni terapi paparan suhu ekstrem hingga minus 110 derajat Celsius. Terapi ini disebut memiliki manfaat untuk membantu menekan inflamasi, mendukung kesehatan otot, meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi kolagen, serta membantu proses eliminasi toksin dalam tubuh.
"Toksin merupakan salah satu sumber utama munculnya berbagai penyakit. Dengan terapi yang tepat, tubuh dapat dibantu untuk mengurangi akumulasi toksin tersebut," jelas Wahyu.
Di samping itu, terdapat pula terapi pembersihan usus besar atau colon hydrotherapy, serta hyperbaric chamber therapy yang memanfaatkan oksigen bertekanan tinggi untuk mendukung proses regenerasi tubuh.
Dalam konteks kesehatan jangka panjang, Wahyu juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan otak. Ia menilai, ancaman gangguan kognitif seperti demensia masih kerap luput dari perhatian masyarakat, meski dampaknya sangat besar terhadap kualitas hidup.
"Selama ini masyarakat lebih takut pada penyakit jantung, stroke, atau gangguan metabolik. Padahal, demensia juga mengancam dan dampaknya bisa sangat menakutkan karena berkaitan dengan penurunan daya ingat dan fungsi otak," tutur dia.
Menurutnya, ketergantungan pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari turut memengaruhi kinerja otak. Kebiasaan mengandalkan perangkat digital untuk mengingat berbagai hal dinilai dapat mengurangi stimulasi alami otak dalam jangka panjang.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Seraphim Medical Center memperkenalkan teknologi transcranial pulse stimulation yang ditujukan untuk membantu menjaga fungsi otak dan mencegah risiko demensia. Teknologi ini masih tergolong terbatas di Indonesia dan menjadi bagian dari pendekatan preventive medicine berbasis inovasi medis.
Wahyu menegaskan, investasi pada kesehatan melalui pencegahan sejak dini diharapkan dapat membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih produktif dan berkualitas.
"Dengan preventive medicine, kita tidak hanya berbicara soal hidup lebih lama, tetapi juga tentang bagaimana hidup dengan kondisi yang lebih baik," pungkasnya.
(rir)

















































