Menlu RI Sugiono Desak PBB Jamin Keamanan Pasukan Perdamaian

10 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah RI mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memberikan jaminan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL). Seruan ini muncul setelah insiden serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan bahwa sehari setelah insiden serangan Israel pertama terjadi, Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York langsung meminta DK PBB untuk menyelenggarakan rapat luar biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, saat itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan setuju untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan

"[Rapat tersebut] intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dalam hal ini UNIFIL," kata Sugiono usai melepas jenazah tiga prajurit di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4) malam.

Indonesia menuntut investigasi menyeluruh atas serangan tersebut. Sugiono menekankan bahwa serangan terhadap misi penjaga perdamaian tidak seharusnya terjadi, mengingat mandat dan kapasitas pasukan di lapangan.

"Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making," tutur Sugiono.

Ia mengatakan bahwa pasukan UNIFIL tidak dilengkapi dengan kemampuan maupun perlengkapan untuk membuat perdamaian (peace making), melainkan dilatih khusus untuk menjaga situasi damai sesuai mandat PBB.

Atas dasar itu, Pemerintah Indonesia meminta PBB melakukan evaluasi total terhadap standar keselamatan prajurit penjaga perdamaian di berbagai wilayah tugas, khususnya di UNIFIL.

"Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini," ujar dia.

"Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka," kata dia menambahkan.

Sebelumnya, tiga personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia tewas akibat serangan Israel.

Mereka yakni Praka Dua Farizal Rhomadhon, yang tewas akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada Minggu (29/3).

Tepat keesokan harinya pada Senin (30/3), Indonesia kembali kehilangan lagi dua personelnya di UNIFIL akibat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Dua personel yang gugur dalam serangan tersebut ialah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sementara itu, sebanyak lima prajurit TNI yang terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Tiga pasukan UNIFIL dari TNI kembali menjadi korban serangan teranyar di basis Hizbullah, Lebanon, pada Jumat (3/4). Dari tiga korban yang dilaporkan, dua di antaranya mengalami luka parah.

(yoa/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |