Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul buka suara soal kasus pria berinisial KD yang tewas dikeroyok warga di Bali usai diduga mencuri ayam aduan.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) telah berkunjung dan berdialog dengan keluarga pria tersebut. Meski begitu, ia menegaskan tak dapat berdialog lebih panjang karena masih dalam keadaan duka.
"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka. Sudah berdialog dengan orang tuanya. Tetapi kita tahu masih dalam perasaan duka sehingga belum bisa bicara panjang," ujar Gus Ipul saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengungkapkan keluarga tersebut masuk ke dalam kelompok masyarakat miskin desil dua dan merupakan penerima manfaat bantuan sosial (bansos) serta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Saat ini, Kemensos tengah tengah mempelajari profil keluarga tersebut dan akan memberikan bantuan sesuai hasil asesmen, termasuk pendampingan psikososial.
"Jadi, ini sedang kita pelajari profilnya. Kita akan lakukan pemutakhiran bersama BPS. Kita juga akan melakukan pendampingan psikososial dan bantuan-bantuan yang dibutuhkan sesuai hasil asesmen," ungkapnya.
Gus Ipul menawarkan anak dari KD untuk dapat bersekolah di Sekolah Rakyat karena memenuhi syarat. Namun, pihaknya bakal menunggu lebih lanjut sampai suasana duka keluarga telah usai.
"Kita juga tawarkan kalau misalnya berkenan bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Karena memang memenuhi syarat. Jadi ada beberapa, tapi kita masih menunggu suasana duka nanti akan dialog lagi. Pada prinsipnya kami ingin memberikan dukungan sesuai dengan kebutuhan keluarga tersebut," kata Gus Ipul.
Sebelumnya, seorang pria berinisial KD tewas dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali, usai diduga mencuri ayam aduan.
Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan peristiwa itu terjadi Jumat (24/7) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA.
"Terduga pelaku diketahui warga saat diduga melakukan pencurian seekor ayam milik warga setempat," kata Iptu Wiwik, Minggu (26/7).
Ia menyebutkan, kepolisian saat ini menyelidiki dugaan pencurian ayam tersebut serta akan mendalami peristiwa pengeroyokan yang menyebabkan terduga pelaku meninggal dunia.
"Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk identifikasi terduga pelaku," imbuhnya.
Saat kejadian, warga selain mengeroyok terduga pelaku hingga tewas, juga membakar sepeda motor yang digunakan pria tersebut. Untuk korban pemilik ayam diketahui berinisial IWS (31), warga Banjar Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti.
Aksi pencurian yang diduga dilakukan terduga pelaku saat itu memicu kemarahan warga, karena di wilayah tersebut sudah sering terjadi kasus kehilangan ayam.
"Warga sudah cukup lama mengeluhkan kasus kehilangan ternak ayam di wilayah tersebut sehingga saat pelaku tertangkap tangan situasi langsung memanas," ungkapnya.
Saat itu, massa mengeroyok terduga pelaku hingga tidak sadarkan diri. Saat petugas Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, terduga pelaku sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian. Polisi mengamankan satu ekor ayam milik korban, satu bilah golok, serta sebuah tas yang berisi tang, ketapel, batu dan sejumlah uang tunai yang diduga milik terduga pelaku.
Sementara itu, sepeda motor yang digunakan terduga pelaku tidak dapat diamankan sebagai barang bukti karena telah dibakar warga sebelum polisi tiba di lokasi.
Untuk kepentingan penyelidikan, jenazah telah dievakuasi ke RS Semara Ratih. Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan identifikasi sidik jari.
"Pihak kepolisian telah mengambil keterangan dari korban dan saksi-saksi di sekitar TKP guna mendalami kronologi pencurian serta latar belakang keresahan warga," ujarnya.
(isn/flh/isn)
Add
as a preferred source on Google


















































