Michael Jackson Dituduh Lakukan Pelecehan oleh Mantan Teman Sendiri

2 hours ago 4

CNN Indonesia

Selasa, 03 Mar 2026 03:30 WIB

Mendiang Michael Jackson kembali dituding melakukan perdagangan dan pelecehan seksual terhadap anak. Mendiang Michael Jackson kembali dituding melakukan perdagangan dan pelecehan seksual terhadap anak. (AFP/Justin Sullivan/Getty Images)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mendiang Michael Jackson kembali dituding melakukan perdagangan dan pelecehan seksual terhadap anak. Tuduhan itu dilakukan oleh Frank, Dominic, Marie-Nicole Porte, dan Aldo Cascio, yang semuanya adalah mantan teman Jackson.

Cascio bersaudara mengajukan gugatan tersebut terhadap ahli waris Jackson di Pengadilan Los Angeles pada 27 Februari 2026 dengan tuduhan MJ "membius, memperkosa, dan melakukan pelecehan seksual" terhadap masing-masing dari mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dokumen pengadilan yang dirilis oleh Page Six, Cascio bersaudara tersebut mengklaim pelecehan itu terjadi sejak "ketika beberapa dari mereka masih berusia tujuh atau delapan tahun."

Jackson disebut "mempersiapkan dan mencuci otak" sepanjang mereka masih kecil dengan "metode yang lazim digunakan oleh predator anak."

Selain itu mereka menuding King of Pop juga memanfaatkan "kekayaan dan ketenarannya" dan sistem karyawan yang "membantu dan mendukung, serta secara aktif menyembunyikan" dugaan pelecehan tersebut.

Casicio bersaudara mengklaim Jackson masuk ke kehidupan mereka setelah bertemu melalui ayah mereka, yang bekerja di salah satu hotel mewah yang sering dikunjungi Jackson.

Jackson disebut membanjiri mereka dengan berbagai hadiah mewah, perhatian obsesif, dan akses gaya hidup selebritasnya sebelum tindakan tersebut terjadi.

"Dia memberi mereka narkoba dan alkohol. Dia menunjukkan kepada mereka pornografi, termasuk gambar anak-anak tanpa busana, untuk menormalkan pelecehan dan membuat mereka mati rasa," demikian bunyi dokumen tersebut.

"Dia membuat mereka takut dan tidak percaya pada orang lain dengan meyakinkan mereka bahwa bukan hanya hidupnya, tetapi juga hidup mereka dan hidup anggota keluarga mereka, akan hancur jika ada yang mengetahui apa yang dia lakukan kepada mereka."

Sebelumnya, keluarga Cascio sempat melakukan penyelesaian finansial rahasia yang pernah ditandatangani pada 2020. Saat itu, mereka dilaporkan menerima kesepakatan damai senilai US$3 juta per orang untuk tetap diam.

Kini, mereka menuntut agar perjanjian tersebut dibatalkan karena dianggap sebagai uang tutup mulut yang ditandatangani di bawah tekanan.

Mereka memanfaatkan hukum perlindungan penyintas pelecehan di California yang baru untuk menuntut ganti rugi sebesar US$200 juta.

Mereka kini diwakili oleh pengacara Mark Geragos, sosok yang pada periode 2003-2004 justru menjadi pengacara Jackson dan sempat diminta untuk menjauhkan para korban dari jangkauan hukum.

Sementara itu, pihak ahli waris Michael Jackson melalui pengacara Bryan Singer membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Singer menyebut gugatan ini hanyalah taktik untuk mendapatkan keuntungan finansial dalam jumlah besar.

"Selama lebih dari 25 tahun, keluarga ini dengan tegas membela Michael Jackson. Gugatan ini hanyalah upaya untuk mendapatkan keuntungan finansial dalam jumlah besar," ujar Bryan Singer.

Pihak Estate mengeklaim bahwa keluarga Cascio sebelumnya sempat meminta pembayaran sebesar US$213 juta yang kemudian turun menjadi US$40 juta, tetapi semua tuntutan itu ditolak karena dianggap tidak berdasar.

Sidang lanjutan untuk kasus ini dijadwalkan akan berlangsung pada 5 Maret 2026 di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Keluarga Cascio dari New Jersey ini selama lebih dari 30 tahun dikenal sebagai keluarga kedua bagi Jackson. Mereka selalu membela Jackson dalam kasus pelecehan yang pernah menimpa Jackson dari tahun 1993 hingga 2005.

Bahkan Frank Cascio sempat menerbitkan buku berjudul My Friend Michael pada 2011 yang menegaskan bahwa Jackson adalah orang baik yang tidak pernah menyakiti siapa pun.

Namun, hubungan tersebut retak pasca penayangan dokumenter Leaving Neverland pada 2019 yang memicu perbincangan mendalam di antara anggota keluarga.

Jika Anda mengalami, melihat, mendengar, dan mengetahui tindak kekerasan atau pun pelecehan kepada perempuan dan anak, hubungi SAPA via telepon 129 atau melalui WhatsApp 08111-129-129.

(gis/end)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |