Jakarta, CNN Indonesia --
Grab Indonesia mengalokasikan anggaran Bantuan Hari Raya (BHR) untuk pengemudi ojek online (ojol) pada Lebaran2026 dua kali lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yakni Rp100 miliar hingga Rp110 miliar.
"Grab hadir untuk Indonesia, senantiasa mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital yang adil, inklusif, dan berkelanjutan," kata Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).
Grab menjelaskan program BHR 2026 terbagi ke dalam tujuh kategori, masing-masing untuk Mitra Pengemudi roda dua dan Mitra Pengemudi roda empat. Bantuan juga disusun berdasarkan tingkat produktivitas dan aktivitas mitra sepanjang periode penilaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kategori penerima tertinggi, mitra GrabBike akan memperoleh BHR hingga Rp850 ribu, sedangkan mitra GrabCar berkisar Rp1,6 juta.
Sementara itu, pada kategori nominal terendah, terjadi peningkatan signifikan hingga tiga kali lipat menjadi Rp150 ribu untuk GrabBike dan
Rp200 ribu untuk GrabCar.
Penyaluran BHR dilakukan paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri dan mitra dapat mengecek status penerimaan secara transparan melalui aplikasi GrabDriver.
Skema BHR dirancang menggunakan indikator tingkat produktivitas mitra, termasuk jumlah dan konsistensi penyelesaian order, serta kualitas pelayanan.
Menurut Grab, pendekatan berbasis produktivitas ini bertujuan memastikan apresiasi diberikan secara proporsional sesuai partisipasi mitra dalam ekosistem yang fleksibel.
Sebagai platform dengan model kemitraan yang memberikan kebebasan bagi mitra untuk menentukan waktu dan intensitas aktivitasnya, Grab memahami bahwa pola partisipasi bersifat dinamis.
Berdasarkan data internal per Desember 2025, dari 3,7 juta mitra yang terdaftar, rata-rata mitra yang pernah menggunakan aplikasi dalam satu bulan berjalan berkisar 700 ribu hingga 800 ribu Mitra Pengemudi, yakni mitra yang menerima setidaknya satu order dalam bulan tersebut (Mitra Pengguna).
Jumlah ini bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan kebutuhan, preferensi, serta tingkat partisipasi masing-masing individu.
Menurut Neneng, karakter fleksibel inilah yang menjadi ciri utama ekosistem gig economy.
"Oleh karena itu, kebijakan BHR dirancang dengan mengacu pada data produktivitas aktual mitra, sehingga implementasinya tetap proporsional, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak dalam ekosistem," ujar Neneng.
Sejalan dengan pendekatan tersebut, Neneng mengatakan seluruh mitra pengemudi aktif dengan tingkat produktivitas tinggi atau lebih dari 400 ribu, dipastikan menerima BHR.
Neneng menjelaskan, BHR juga menjadi bagian dari komitmen Grab dalam memperluas dampak sosial dan pemberdayaan ekonomi. Di mana, sekitar satu dari dua mitra sebelumnya merupakan korban PHK atau belum memiliki pendapatan sebelum bergabung.
Selain itu, terdapat 182.500 mitra pengemudi perempuan, termasuk banyak ibu tunggal, serta lebih dari 700 mitra penyandang disabilitas yang aktif di platform.
Di sisi lain, Grab juga menghadirkan program "Perjalanan Bermakna dengan Umrah Gratis" dengan memberikan 105 paket umrah senilai Rp5 miliar kepada Mitra Pengemudi berprestasi dari berbagai wilayah Indonesia.
(dhz/ins)


















































