
Randy Bresnik, Luca Parmitano, Frank Rubio, dan Andre Douglas berbicara selama konferensi pers di Pusat Antariksa Johnson NASA, pada 9 Juni, di Houston, Texas.
WASHINGTON – Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, mengumumkan awak untuk penerbangan luar angkasa Artemis III yang akan datang. Misi yang dijadwalkan meluncur pada 2027 ini akan menjadi misi persiapan seiring rencana Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke Bulan.
Pada Selasa (9/6/2026), NASA mengumumkan bahwa astronot Andre Douglas, Frank Rubio, Luca Parmitano, dan Randy Bresnik akan memimpin penerbangan tersebut. Sementara itu, posisi cadangan diisi oleh pilot uji veteran Bob Heintz yang mampu menggantikan peran apa pun.
Misi mereka selama dua minggu akan berfokus pada pengumpulan penelitian dan latihan prosedur penyambungan (docking) di luar angkasa sebagai persiapan untuk pendaratan di Bulan di masa depan.
Meskipun tidak ada wanita yang ditunjuk untuk penerbangan Artemis III, kru yang baru diumumkan ini mewakili berbagai pengalaman dan latar belakang.
Andre Douglas menjadi astronot yang akan melakukan penerbangan luar angkasa pertamanya. Pria berusia 40 tahun ini merupakan anggota kru cadangan untuk penerbangan luar angkasa utama NASA terakhir, Artemis II, yang melakukan putaran mengelilingi Bulan, dan ia akan bertindak sebagai spesialis misi di Artemis III mendatang.
Frank Rubio, seorang dokter Amerika keturunan El Salvador berusia 50 tahun, juga akan bertugas sebagai spesialis. Rubio adalah mantan pilot helikopter Black Hawk untuk Angkatan Darat AS dan saat ini memegang rekor penerbangan luar angkasa tunggal terlama oleh seorang astronot AS, yaitu 371 hari.
Randy Bresnik, anggota kru tertua yang berusia 58 tahun, akan menjadi komandan misi Artemis III. Mantan pilot uji Angkatan Laut AS dan Marinir ini adalah satu-satunya anggota kru Artemis III yang pernah berpartisipasi dalam misi pesawat ulang-alik pada 2009, dan pada 2017 sempat menjabat sebagai komandan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Anggota keempat dan terakhir dari misi Artemis III adalah sang pilot, Luca Parmitano, 49 tahun. Pria kelahiran Paterno, Italia ini akan menjadi satu-satunya astronot dalam misi tersebut yang bukan warga negara AS. Parmitano juga pernah bertugas sebagai komandan di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2019 dan menjadi orang Italia pertama yang melakukannya.
















































