Nelayan Ngeluh Dampak Cemaran Sungai Cisadane: Banyak Ikan yang Mabuk

2 hours ago 3

Tangerang, CNN Indonesia --

Pencemaran kimia di aliran Sungai Cisadane diduga berdampak pada berkurangnya populasi biota laut seperti ikan, udang, dan kerang di perairan utara Kabupaten Tangerang, Banten.

Dugaan pencemaran berkaitan dengan residu bahan kimia dari gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan yang sebelumnya dilaporkan terbakar pada awal pekan lalu.

Seorang nelayan setempat, Edi, mengatakan banyak biota laut di wilayah pesisir ditemukan mati akibat dugaan kontaminasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak ikan yang mabok, kerang hijau pada mati, udang juga mati," ujar Edi, Senin (16/2).

Menurut Edi, hasil tangkapannya menurun drastis karena populasi ikan di perairan tersebut sangat sedikit. Ia mengaku tetap melaut demi memenuhi kebutuhan keluarga meski pulang tanpa hasil.

"Melaut karena terpaksa harus ngasih jajan anak sekolah, cuma hasil tangkapannya kosong, nggak dapat ikan," tuturnya.

Edi menilai kondisi itu berdampak langsung pada perekonomian nelayan yang bergantung pada hasil tangkapan harian.

‎"Kalau dulu, alhamdulillah Rp200 ribu masih ketemu. Paling kosong itu Rp50 ribu masih dapat. Kalau ini total enggak dapat," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Tanjung Pasir Erni Kumalasari menyebut aktivitas melaut warga pesisir sempat terhenti selama beberapa hari sejak pertengahan pekan lalu.

"Udang dan kerang di bagan banyak yang mati, jadi nelayan memilih tidak melaut," ujar Erni.

Ia menambahkan, perubahan kondisi air laut juga terlihat dari permukaan yang tampak berminyak dan beraroma tidak biasa.

"Informasinya, cemaran kimia itu sudah sampai ke Pulau Pari dan Untung Jawa juga," jelasnya.

(dod/sfr)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |