Nissan Tutup Pabrik dan PHK 900 Karyawan di Eropa

6 hours ago 6

Jakarta, CNN Indonesia --

Nissan berencana menutup salah satu dari dua jalur produksidi pabrik Sunderland, Inggris dan memangkas sekitar 10 persen tenaga kerjanya yang berada di Eropa. Langkah ini bagian upaya restrukturisasi untuk meringankan kesulitan keuangan yang sedang dialami perusahaan.

Pabrik Nissan di Sunderland memproduksi mobil listrik Leaf baru, Juke dan Qashqai. Ketiganya bakal diproduksi di jalur yang sama.

Autocar menjelaskan bahwa Nissan sudah mengonfirmasi tidak ada PHK di pabrik tersebut, tetapi beberapa posisi di Inggris kemungkinan akan dihapus. Nissan rencananya bakal melakukan PHK pada sekitar 900 pekerja di Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penutupan jalur produksi ini menandai degradasi angka produksi di satu-satunya pabrik Nissan di Eropa. Pabrik tersebut memproduksi 273.174 mobil tahun lalu, turun dari angka tertingginya lebih dari setengah juta.

Nissan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengambil langkah-langkah "untuk menciptakan bisnis yang lebih ramping dan tangguh yang beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah-langkah yang sedang ditinjau termasuk penutupan sebagian gudang suku cadang Barcelona dan peralihan ke model importir di negara-negara Nordik.

Nissan berharap dapat menarik pihak lain untuk mengambil alih lini produksi yang ditutup di Sunderland. Produsen asal China, Chery dan Dongfeng, rumornya tertarik atas tawaran itu.

Penutupan jalur produksi tersebut diperkirakan akan terjadi pada paruh kedua tahun ini. Sementara jalur produksi lainnya bakal beralih ke tiga shift untuk mengimbangi hilangnya kapasitas.

Seperti semua produsen Jepang, Nissan telah terpukul keras oleh meningkatnya persaingan di Eropa, terutama dari merek China. Pangsa pasarnya di Inggris turun menjadi 3,7 persen dalam empat bulan pertama tahun ini, turun dari 5,6 persen pada 2016.

Sementara Chery memiliki pangsa pasar hampir 5 persen hingga April, berkat keberhasilan merek Jaecoo, Omoda, dan Chery, menurut data dari SMMT. MG juga mengalahkan Nissan dengan pangsa pasar 4 persen, sementara BYD berada di belakangnya dengan 3,45 persen.

Nissan adalah salah satu perusahaan otomotif terbesar di Inggris dengan sekitar 6.000 pekerja di Sunderland.

Nissan telah memangkas biaya secara global, termasuk menutup tujuh pabrik, sebagai bagian dari kampanye di bawah CEO Ivan Espinosa untuk memulihkan kondisi keuangannya setelah mengalami kerugian sebesar £3,8 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025.

Secara global, perusahaan ini terpukul oleh peningkatan persaingan di semua pasar, serta kenaikan tarif impor untuk ekspornya ke AS.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |