Jakarta, CNN Indonesia --
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia menyiapkan delapan rencana aksi untuk mempercepat reformasi integritas bursa saham di Indonesia.
Pejabat Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan delapan jurus itu adalah bentuk komitmen memperkuat reformasi struktural pasar modal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap pasar modal Indonesia semakin credible dan investable sehingga memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (1/2).
Perempuan yang karib disapa Kiki Widyasari itu menjadi pejabat pengganti setelah duo pucuk pimpinan OJK mengundurkan diri dari jabatan mereka Jumat (30/1) pekan lalu. Posisi Kiki Widyasari sebagai pejabat pengganti kepemimpinan OJK itu berlaku efektif perl 31 Januari 2026.
Dalam pernyataannya akhir pekan ini di BEI, Widyasari merinci delapan rencana aksi atau jurus memperkuat struktur pasar modal tersebut setidaknya dikelompokkan ke dalam empat klaster utama.
Empat klaster itu antara lain terkait likuiditas, transparansi, demutualisasi, dan tata kelola emiten.
Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:
Likuiditas
1) Kebijakan Baru Free Float
Menaikkan batas minimum free float emiten/perusahaan tercatat menjadi 15 persen sesuai standar global.
Dalam kebijakan baru free float tersebut berlaku untuk emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana saham ke publik (Initial Public Offering/IPO), sedangkan bagi emiten eksisting akan diberikan masa transisi agar dapat melakukan penyesuaian dengan wajar.
Transparansi
2) Transparansi Ultimate Benefit Ownership
Memperkuat praktik transparansi Ultimate Beneficial Owner (UBO) alias 'pemilik di balik layar', dan keterbukaan afiliasi pemegang saham. Meningkatkan kredibilitas dan investasi pasar, serta diiringi penguatan pengawasan dan enforcement terkait transparansi UBO dan afiliasi pemegang saham.
3) Penguatan Data Kepemilikan Saham
Memerintahkan KSEI melakukan penguatan data kepemilikan saham yang lebih granular dan reliabel. Mendetailkan tipe investor dengan mengacu pada praktik terbaik di dunia atau best practices global. Penguatan ketentuan disclosure pemegang saham emiten/perusahaan tercatat.
Tata Kelola & Enforcement
4) Demutualisasi Bursa Efek
Sebagai bagian dari penguatan governance dan mitigasi benturan kepentingan.
OJK terus berkoordinasi dengan Pemerintah dalam rangka persiapan implementasi demutualisasi Bursa Efek.
5) Penegakan Peraturan dan Sanksi
Melanjutkan dan memperkuat enforcement secara tegas dan berkelanjutan terhadap pelanggaran hukum termasuk manipulasi transaksi saham dan informasi menyesatkan.
6) Tata Kelola Emiten
Kewajiban pendidikan berkelanjutan bagi Direksi/Komisaris/Komite Audit. Kewajiban bagi penyusun laporan keuangan emiten/perusahaan publik untuk memiliki sertifikasi CA (Certified Accountant).
Sinergi
7) Pendalaman Pasar Secara Terintegrasi
Mengakselerasi inisiatif-inisiatif pendalaman pasar, baik dari sisi demand, supply, maupun infrastruktur. Dilakukan secara terintegrasi melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
8) Kolaborasi & Sinergi dengan Stakeholders
Kolaborasi dan sinergi dengan stakeholders strategis (termasuk Pemerintah, SRO, pelaku industri, dan pihak terkait) akan terus dipererat dalam melanjutkan reformasi struktural secara berkesinambungan.
Sejalan dengan agenda reformasi tersebut, CEO Danantara Rosan Roeslani menilai dinamika pasar modal dalam beberapa hari terakhir justru menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan kualitas regulasi, transparansi, dan tata kelola bursa.
"Ini momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas, transparansi, dan akuntabilitas bursa kita," ujar Rosan dalam forum yang sama.
Rosan menegaskan pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan menjadi faktor kepercayaan jangka panjang bagi investor.
"Kami di BUMN punya kepentingan besar. Karena itu kami mendukung penuh inisiatif yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Reformasi ini akan meningkatkan kepercayaan investor dalam dan luar negeri," katanya.
(lau/kid)

















































