Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota DPR dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno mendorong penurunan ambang batas parlemen serendah-rendahnya, bahkan hingga nol persen.
Eddy mengatakan ketentuan ambang batas parlemen empat persen pada pemilu 2024 lalu membuat 16 juta suara masyarakat tidak terwakili karena partai yang dipilih tidak lolos ambang batas.
"Tentu kita dari awal sudah berpandangan bahwa ambang batas parlemen itu serendah-rendahnya syukur-syukur ditiadakan, karena kita lihat di tahun 2024 saja pada pemilu itu ada sekitar 16 juta suara yang akhirnya tidak terwakili," kata Eddy di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan keinginan itu tentu membutuhkan dialog dengan partai-partai lain yang juga punya pandangan soal ambang batas parlemen.
"Dalam hal ini, ya inilah yang kemudian kami dorong usulannya agar parliamentary threshold dibuat serendah-rendahnya, dan tadi saya sampaikan syukur-syukur bisa nol. Nah ini tentu membutuhkan komunikasi, membutuhkan dialog di antara para partai politik karena pandangannya tentu ada yang beragam," ujarnya.
Eddy mengatakan ambang batas empat persen adalah kesepakatan dalam pemilu sebelumnya. Namun, karena banyak suara masyarakat tidak terwakili, angka itu harus diturunkan atau ditiadakan.
"Menurut saya adalah hak untuk mereka mendapatkan perwakilan di lembaga legislatif, kita harus menghormati hak tersebut. Nah makanya sebenarnya syukur-syukur ya tadi saya bilang, kalau bisa ya nol sekalian," katanya.
(yoa/isn)















































