Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg, Kuota 250 Ribu Ton

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut akan dijalankan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga biaya produksi pelaku usaha tahu dan tempe di tengah fluktuasi harga kedelai global.

Airlangga menjelaskan kuota subsidi yang disiapkan pemerintah mencapai 250 ribu ton. Angka tersebut setara sekitar 10 persen dari kebutuhan kedelai nasional yang mencapai 2,5 juta ton per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nah ini adalah untuk perajin tahu dan tempe untuk dijaga subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram dengan target kuota 250 ribu ton," ujar Airlangga dalam konferensi pers stimulus ekonomi semester II 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6).

Menurutnya, subsidi akan diberikan ketika harga kedelai berada di atas harga acuan pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kita siapkan 250.000 ton dengan subsidi Rp2.000 per kilogram yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan pembelian," katanya.

Ia mengatakan kebijakan tersebut telah dibahas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan kementerian terkait lainnya sebelum diputuskan sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi.

"Baik terhadap bantuan beras maupun bantuan stabilisasi pangan, ini sudah dirapatkan dengan Menko Pangan. Menko Pangan sudah bersurat ke tempat kami di Menko Perekonomian dan ini kami sudah bahas secara lintas kementerian dan juga sudah mendapatkan arahan dari Bapak Presiden," ujarnya.

Selain subsidi kedelai, pemerintah juga memperpanjang bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat selama Juli hingga September 2026 dengan anggaran Rp17,54 triliun.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun yang diluncurkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
| | | |