Pendaki Malaysia Selamat Usai Hilang 14 Hari Tanpa Makanan dan Minuman

6 hours ago 6

CNN Indonesia

Minggu, 07 Jun 2026 18:50 WIB

Ilustrasi pendaki gunung. Ilustrasi pendaki gunung. (Istockphoto/Natnan Srisuwan)

Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pendaki wanita asal Malaysia berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah dinyatakan hilang selama 14 hari di kawasan pegunungan barat daya Malaysia.

Ia secara ajaib mampu bertahan hidup tanpa pasokan makanan sedikit pun dan hanya mengandalkan air yang tertampung di dalam tanaman kantong semar.

Pendaki bernama Jaslinda Saludin (49) tersebut merupakan bagian dari rombongan yang terdiri atas 14 pendaki dan dua pemandu gunung yang melakukan ekspedisi ke Gunung Batu Putih, dekat Tapah, Perak, sejak 23 Mei lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jaslinda dilaporkan terpisah dari kelompoknya keesokan harinya, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi pada Sabtu (6/6) sore waktu setempat.

Napas lega berembus saat Jaslinda menceritakan kembali perjuangan hidup dan matinya yang sangat ekstrem selama dua pekan terisolasi di tengah hutan belantara.

"Saya tidak punya makanan, saya tidak makan selama dua minggu. Saya hanya minum air... air yang gelap, air berwarna cokelat, hingga air yang saya temukan dari tanaman kantong semar. Jadi, mari kita semua bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup," ungkap Jaslinda haru, seperti dilansir Independent.

Kronologi hilangnya Jaslinda bermula ketika ia memutuskan untuk berhenti sejenak guna mengistirahatkan kakinya yang mengalami kram dan nyeri hebat. Setelah beristirahat, ia mencoba melanjutkan pendakian seorang diri menuju puncak gunung.

Pemandu jalan menyatakan terakhir kali melihat keberadaan Jaslinda pada 24 Mei 2026 sekitar pukul 07.30 pagi waktu setempat.

Di hari yang sama, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak sebenarnya sempat menerima laporan darurat pada pukul 11.32 siang mengenai adanya dua pendaki yang terluka di Gunung Batu Putih.

Namun, sang pemandu saat itu berasumsi bahwa Jaslinda telah berhasil berjalan mendahului mereka menuju puncak.

Otoritas berwenang baru menyadari Jaslinda hilang secara misterius pada 25 Mei lalu, setelah ia tidak terlihat sama sekali selama lebih dari 24 jam. Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) skala besar pun langsung diluncurkan sejak hari itu.

Setelah dua minggu pencarian intensif tanpa hasil, Jaslinda akhirnya ditemukan lemas di sekitar perkampungan Orang Asli (masyarakat adat) dekat Kampung Lubuk Gaharu di Pos Musoh sekitar pukul 17.00 sore. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif akibat dehidrasi dan kelaparan akut.

Koordinator Pemandu Gunung Perhutanan Perak, Muzafar Mohamad, menjelaskan bahwa lokasi penemuan Jaslinda sebenarnya berada di dalam zona pencarian yang sudah disisir berulang kali oleh tim penyelamat.

"Itu adalah area yang telah dilewati tim kami, baik dari bagian atas maupun bawah. Medannya sangat menantang, dipenuhi jurang, air terjun, dan kontur tanah yang sulit. Bahkan bagi pemandu gunung yang berpengalaman sekalipun, menjangkau beberapa bagian di sektor tersebut bukanlah perkara mudah," jelas Muzafar menggambarkan sulitnya medan Gunung Batu Putih.

Sambil menahan tangis, Jaslinda menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena telah membuat repot dan khawatir masyarakat luas atas hilangnya dirinya yang begitu lama.

Sementara itu, suaminya, Haszman Othman (61), menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tertinggi kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Terima kasih kepada semua yang terlibat, khususnya pihak kepolisian, personel Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, organisasi non-pemerintah (NGO), masyarakat adat Orang Asli, serta semua sukarelawan yang telah tanpa lelah berpartisipasi dalam operasi pencarian istri saya," pungkasnya.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |