Penetrasi HP di RI Tembus 116 Persen, Satu Orang Punya Lebih dari 1 HP

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penetrasi koneksi seluler di Indonesia telah mencapai 116 persen pada 2025. Angka tersebut menunjukkan setiap orang Indonesia memiliki lebih dari satu smartphone atau HP.

"Artinya, setiap orang di Indonesia setidaknya memiliki lebih dari satu HP," katanya dalam acara World Engineering Day for Sustainable Development 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

Ia pun sempat berkelakar mengenai kondisi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Satu ponsel pintar dan satu lagi bukan ponsel pintar. Kurang lebih seperti itulah kenyataannya," ujarnya.

Airlangga turut menyampaikan ekonomi digital Indonesia masih menjadi yang terbesar di ASEAN. Nilainya diproyeksikan mencapai sekitar US$124 miliar pada 2025. Sementara, total ekonomi digital ASEAN pada 2030 diperkirakan menembus US$1 triliun.

Melalui inisiatif Digital Economic Framework Agreement, Airlangga menyebut nilai pasar digital kawasan bahkan berpotensi meningkat hingga US$2 triliun.

"Ini menjadi tantangan besar bagi para insinyur untuk mengisi peluang yang muncul di kawasan ini," ujarnya.

Airlangga juga memaparkan jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 230 juta orang dari total populasi 287 juta jiwa. Dari angka tersebut, sekitar 180 juta merupakan pengguna media sosial. Tingkat penggunaan internet di Indonesia pun tergolong tinggi, dengan rata-rata waktu akses mencapai 37 jam per minggu.

Menurutnya, Indonesia juga disebut tercatat sebagai negara pertama di ASEAN yang menuntaskan UNESCO AI Readiness Assessment. Capaian itu menunjukkan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga menyiapkan kerangka hukum, etika, dan sosial untuk mendukung inovasi.

"Dengan menggunakan metodologi UNESCO Readiness Assessment, kita telah mengaudit kekuatan yang dimiliki sekaligus menetapkan arah langkah ke depan," ucap Airlangga.

Saat ini, kata dia, Indonesia berada di peringkat ke-51 dalam World Digital Competitiveness Ranking 2025, turun dari posisi ke-43 pada 2024. Pemerintah memandang penurunan tersebut secara optimistis, sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat upaya di bidang rekayasa dan teknologi guna kembali melampaui capaian sebelumnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045, Indonesia menargetkan masuk 45 besar Global Innovation Index pada 2030. Merujuk data Cyber Security Index, Indonesia telah berada di Tier 1 atau kategori role model.

"Tugas para insinyur dan pembuat kebijakan adalah mengekspor keberhasilan di Tier 1 tersebut ke seluruh wilayah Indonesia, guna memastikan pertumbuhan digital yang merata dan seimbang," kata Airlangga.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/pta)

Read Entire Article
| | | |