Pernyataan soal Londo Ireng Banyak Dikritik, Komdigi Buka Suara

4 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal 'Londo Ireng' terkait lembaga swadaya masyarakat (LSM) hingga jurnalis mengundang kritik.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam acara Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di JCC, Jakarta, Kamis (23/7) pekan lalu.

Pada Senin (27/7), di sejumlah kota di Indonesia, aliansi jurnalis pun melakukan aksi memprotes pernyataan kepala negara tersebut. Sebelumnya, kritik terhadap pernyataan Prabowo itu pun ramai disuarakan netizen di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons polemik yang terjadi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan agar publik melihat secara utuh pesan Prabowo. Komdigi mengingatkan pentingnya menjaga optimisme nasional dan tidak terjebak pada perdebatan istilah yang dapat mengalihkan perhatian dari substansi persoalan.

"Presiden memandang kritik, termasuk pemberitaan mengenai sekolah yang mengalami kerusakan, sebagai masukan yang penting untuk diungkap. Berbagai temuan di lapangan menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah perbaikan," ujar Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, dalam siaran pers, Senin (27/7).

"Ini menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan dengan itikad baik menjadi bagian dari proses membangun Indonesia yang lebih baik," sambung mantan jurnalis televisi tersebut.

Menurut Fifi, publik diajak untuk melihat konteks utuh dari pernyataan Prabowo soal 'londo ireng'. Dia menyebut, pesan yang disampaikan merupakan kiasan politik, bukan untuk menyudutkan profesi, media, maupun kelompok tertentu.

"Yang disampaikan presiden adalah ajakan untuk tetap waspada terhadap pihak-pihak yang sengaja merangkai narasi seolah-olah Indonesia tidak memiliki harapan dan tidak sedang bergerak maju," kata Fifi.

"Kritik tentu diperlukan, tetapi berbeda dengan upaya membangun pesimisme secara sistematis," sambungnya.

Fifi menegaskan pemerintah menghormati kebebasan pers, kritik masyarakat, dan peran berbagai elemen bangsa sebagai bagian dari demokrasi. Namun, pemerintah juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga agar ruang publik tidak dipenuhi narasi yang mengabaikan berbagai upaya penyelesaian yang sedang dilakukan.

Fifi menambahkan bahwa pemerintah akan terus memilih jalan kerja nyata sebagai jawaban atas berbagai kritik publik.

"Fokus pemerintah adalah menyelesaikan persoalan satu per satu, mempercepat perbaikan di lapangan, dan memastikan masyarakat merasakan manfaatnya. Ruang demokrasi tetap terbuka, tetapi mari bersama-sama menjaga agar kritik menjadi energi perbaikan," kata Fifi.

Sebelumnya, pernyataan Prabowo soal 'Londo Ireng' itu mengundang protes dari kelompok jurnalis. Salah satunya lewat pernyataan bersama organisasi dan masyarakat jurnalis gabungan-Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN), Koalisi Media Alternatif (KOMA), Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).

"Kami, kelompok organisasi jurnalis dan media, mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menabalkan jurnalis sebagai 'Londo Ireng'," kata mereka dalam pernyataan bersama, 25 Juli 2026 lalu.

Mereka menyatakan Prabowo dengan jelas telah mengatakan 'londo ireng' masih ada hingga sekarang dan mengaitkannya dengan pihak-pihak yang menurutnya lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain daripada kepentingan Indonesia.

"Dalam bagian pidato yang sama, ia juga menyinggung wartawan, pengamat, dan LSM yang dinilainya terus menyebarkan narasi negatif tentang Indonesia," kata mereka.

"Kami menilai, pelabelan tersebut merendahkan, mengecilkan dan mendelegitimasi profesi dan kerja-kerja jurnalis di lapangan," sambungnya.

Mereka menegaskan dalam konteks sejarah Indonesia, "londo ireng" merupakan istilah peyoratif yang digunakan untuk menyebut orang Indonesia yang dianggap berpihak kepada pemerintah kolonial Belanda atau bekerja untuk kepentingan kolonial sehingga dipandang mengkhianati bangsanya sendiri.

(kid/sur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |