Pertamax Naik, Damkar Yogya Tak Mau Lagi Tangani Pasutri Ribut

2 hours ago 8

Yogyakarta, CNN Indonesia --

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta menyatakan bakal lebih selektif lagi dalam menerima dan merespons aduan atau permintaan pertolongan dari masyarakat.

Alasannya, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex membuat operasional Damkar makin terdampak setelah sebelumnya telah terpengaruh efisiensi anggaran.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid menuturkan, layanan kedaruratan tetap menjadi prioritas pihaknya. Seleksi hanya menyasar layanan-layanan non kedaruratan atau laporan yang sejatinya secara tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) menjadi kewenangan atau sektor lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasalnya, kata Taokhid, selama ini pihaknya cukup sering menangani berbagai laporan tak sesuai tupoksi. Macam masalah rumah tangga seperti perselisihan suami-istri, hal-hal yang berkaitan dengan ketenteraman dan ketertiban umum, sosial, bahkan Penyemprotan pascapenyembelihan hewan kurban.

"Lumayan banyak (aduan tak sesuai tupoksi)," kata Taokhid saat dihubungi, Selasa (16/6).

Taokhid berujar, aduan masyarakat yang tak sesuai tupoksi Damkar akan dialihkan ke instansi berwenang. Baginya, ini juga menjadi langkah edukasi kepada masyarakat supaya lebih memahami peran dan tanggung jawab setiap lembaga.

"Sehingga tidak setiap layanan masuknya ke mesti damkar," tuturnya.

Bagaimanapun, Taokhid menekankan bahwa layanan kedaruratan, baik kebakaran maupun kejadian nonkebakaran, masih jadi prioritas damkar. Evakuasi reptil atau ular masuk rumah, cincin tersangkut di jari juga tetap akan ditindaklanjuti.

Taokhid menerangkan, muara dari ini semua adalah kebijakan efisiensi anggaran yang turut dialami organisasi perangkat daerah (OPD) lain di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.

"APBD di Kota Yogyakarta kan berkurang akibat efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat khususnya untuk transfer keuangan daerah. Itu kemudian berdampak kapasitas anggaran di masing-masing OPD secara besar hampir sama," papar Taokhid.

Tantangan baru kini muncul seiring dengan naiknya harga BBM nonsubsidi. Taokhid mengatakan, kendaraan operasional pemadam kebakaran, khususnya truk damkar selama ini minum Pertamina Dex.

"Sehingga kenaikan yang cukup signifikan di awal itu berdampak juga," jelas Taokhid.

Mengacu kalkulasi Damkarmat Yogyakarta, anggaran operasional murni yang tersedia sekarang ini cuma bisa cukup untuk menutup kebutuhan sampai September 2026 jika tiada penambahan.

Kondisi inilah yang membuat Damkarmat harus melakukan berbagai langkah efisiensi, termasuk cermat dalam penggunaan BBM untuk operasional.

"Lebih melakukan efisiensi berkaitan layanan-layanan operasional yang berkaitan dengan belanja BBM. Kalau secara nominal (jumlah anggaran) nggak turun, tetapi karena kenaikan harga otomatis volume yang bisa kita beli berkurang," imbuh dia.

"Masyarakat agar lebih memahami keterbatasan yang kami hadapi," pungkas Taokhid.

(kum/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |