Makassar, CNN Indonesia --
Pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di sekitar Pegunungan Karst Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merupakan pesawat yang dicarter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
"Pesawat itu disewa oleh KKP dengan jumlah penumpang 11 orang, di mana delapan kru dan tiga penumpang yang ikut on board," kata Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar kepada wartawan, Sabtu (17/1).
Saat ini belum ada keterangan dari KKP terkait hal ini. KKP baru akan memberikan keterangan yang dijadwalkan malam ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basarnas Makassar langsung memberangkatkan tim rescue pada pukul 13.30 WITA menuju titik duga lokasi pesawat berdasarkan koordinat terakhir yang diberikan oleh pihak Air Traffic Control (ATC).
Titik duga tersebut berada di kawasan Bantimurung dan sekitarnya, Kabupaten Maros.
"Tim kami sudah tiba di lokasi dan telah mendirikan posko SAR gabungan di daerah Bantimurung," ujarnya.
Selain melakukan pencarian darat, Basarnas juga berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara untuk mengerahkan satu unit Helikopter Caracal guna melakukan observasi melalui udara.
"Helikopter tersebut juga disiapkan untuk proses evakuasi apabila pesawat atau korban berhasil ditemukan, mengingat Caracal dilengkapi dengan alat hoist untuk pengangkatan dari udara," ungkapnya.
Hingga saat ini, kondisi pesawat belum diketahui.
"Wilayah Bantimurung merupakan daerah pegunungan karst, sehingga kemungkinan besar posisi pesawat berada di area tersebut. Kami masih menunggu hasil observasi udara," jelasnya.
(mir/isn)
















































