PM Belanda Minta Maaf kepada Eks Serdadu KNIL Asal Maluku, Ada Apa?

4 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Kisah kelam antara para Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku di masa lalu dan Pemerintah Belanda terungkap, setelah Perdana Menteri Rob Jetten minta maaf.

Bertempat di Pelabuhan Rotterdam, Belanda, Jetten mengakui perlakuan "tak berperasaan" dan "tidak terhormat" kepada para serdadu asal Maluku yang direkrut untuk berperang selama kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika tiba di Belanda pada 1951, para serdadu yang dijanjikan segera pulang ke kampung halaman itu, justru mendapatkan sikap tidak simpatik. Mereka diberhentikan dan ditempatkan di sebuah bangunan bekas kamp transit Nazi, Westerbork.

"Atas pemberhentian mereka sebagai tentara yang dilakukan secara tidak berperasaan dan tidak terhormat, atas penerimaan dan tempat tinggal yang tidak memadai, karena mereka tidak diperhatikan dan ditinggalkan, atas kerinduan untuk pulang yang tidak pernah terwujud, atas kesedihan dan penderitaan dalam begitu banyak keluarga Maluku... Untuk semua itu, saya menyampaikan permintaan maaf hari ini atas nama pemerintah Belanda. Ini bukan hanya sudah sangat terlambat, tetapi juga diperlukan jika kita ingin melangkah maju," kata Jetten, dilansir The Guardian, Senin (22/6).

Tercatat ada sekitar 12.500 prajurit Maluku dan keluarganya yang dipindahkan ke Belanda pada 1951 setelah kemerdekaan Indonesia. Mereka tergabung dalam Tentara Kerajaan Hindia Belanda (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger/KNIL).

Tentara Hindia Belanda ini dibentuk pada 1830 untuk mempertahankan wilayah jajahan Belanda di Nusantara. Meskipun sering diidentikkan dengan penjajah, mayoritas personelnya pada abad ke-20 justru berasal dari kalangan pribumi (seperti Jawa, Ambon, dan Minahasa).

Meski sudah berlangsung cukup lama, namun Jetten menegaskan, langkah ini sangat mendesak demi masa depan yang lebih baik.

"Ini bukan hanya sudah sangat mendesak, tetapi juga diperlukan jika kita ingin melangkah maju," tambahnya.

(imf/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |