PM Inggris Tegaskan Tak Akan Mundur usai Kepala Staf dan Jubir Resign

3 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer menegaskan tak akan mundur dari jabatan setelah kepala staf dan juru bicaranya mundur berjemaah.

Dalam pernyataan di hadapan parlemen pada Senin (9/2) malam, Starmer menyatakan dirinya selama ini telah berjuang menghadapi berbagai rintangan demi mendapat kesempatan mengubah negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai kritik sudah dilaluinya dengan baik, meski orang-orang selalu beranggapan ia tak akan berhasil. Dengan mengingat semua perjuangan itu, Starmer menegaskan tak akan mundur dan melepas begitu saja tanggung jawabnya saat ini.

"Saya selalu menghadapi para pengkritik di setiap langkah, bahkan sampai hari ini. Para pengkritik yang sama sekali tidak menginginkan pemerintahan Partai Buruh, dan tentu saja, tidak menginginkan pemerintahan yang berhasil," ucapnya, seperti dikutip The Guardian.

"Namun, saya akan mengatakan ini, setelah berjuang begitu keras untuk mendapatkan kesempatan mengubah negara kita, saya tidak siap untuk meninggalkan mandat dan tanggung jawab saya kepada negara, atau untuk menjerumuskan kita ke dalam kekacauan, seperti yang telah dilakukan orang lain," lanjutnya.

Pemerintahan Starmer gonjang-ganjing setelah mantan menteri Inggris Peter Mandelson terungkap memiliki hubungan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Mandelson merupakan anggota Partai Buruh pimpinan Starmer dan anggota majelis tinggi parlemen Inggris House of Lords.

Terungkapnya hubungan Mandelson dengan Epstein ini mencoreng nama baik Partai Buruh, yang sedang memegang kekuasaan di Inggris. Mandelson telah mengundurkan diri dari House of Lords dan Partai Buruh pasca kontroversi ini.

Pekan lalu, Starmer menyatakan ia "menyesal" karena pernah mempercayai "kebohongan" Mandelson dan menunjuknya sebagai duta besar untuk Amerika Serikat (AS).

Kontroversi hubungan Mandelson dan Epstein ini berujung pada mundurnya kepala staf Starmer, Morgan McSweeney, dan direktur komunikasi Starmer, Tim Allan.

McSweeney pada Minggu (8/2) mengakui bahwa keputusan untuk menunjuk Mandelson sebagai duta besar Inggris untuk AS "salah". Allan sementara itu menyatakan ia mengundurkan diri agar pemerintah dapat membangun kembali tim yang baru.

"Saya telah memutuskan mengundurkan diri agar tim No. 10 yang baru dapat dibentuk. Saya berharap PM dan timnya sukses," kata Allan dalam sebuah pernyataan.

Di tengah kekacauan ini, pemimpin Partai Buruh Skotlandia Anas Sarwar mendesak Starmer untuk mundur. Ia menyebut pemerintahan Starmer telah merusak dukungan publik terhadap Partai Buruh di Skotlandia.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Partai Buruh berada di posisi ketiga di belakang Partai Nasional Skotlandia dan Partai Reformasi.

Menurut laporan The Guardian, pasca Starmer berpidato pada Senin, ada perubahan suasana hati yang kentara di antara para anggota parlemen. Mereka terlihat lebih optimistis untuk melanjutkan kembali pemerintahan dengan Starmer.

Berbagai tokoh dan pejabat juga satu persatu mulai menyuarakan dukungan mereka untuk pemerintahan Starmer.

[Gambas:Video CNN]

(blq/dna/bac)

Read Entire Article
| | | |