Makassar, CNN Indonesia --
Seorang anggota polisi, inisial Bripda MF (25) ditemukan tak bernyawa di kebunnya Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Polisi tersebut diduga bunuh diri karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Kanit Pidum Polresta Mamuju, Ipda Alfin Abas kepada wartawan, Rabu (4/2).
Kendati demikian, keluarga menolak melakukan autopsi terhadap Bripda F yang ditemukan tak bernyawa di dalam area kebunnya, Selasa (3/2) pukul 06.00 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, pihak keluarga menolak dilakukan untuk autopsi, sehingga jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga," ungkapnya.
Cinta beda agama tak direstui
Polisi menemukan fakta penyebab Bripda MF nekat mengakhiri hidupnya akibat kekasihnya ditolak oleh orang tuanya.
"Iya betul, akibat persoalan percintaan yang ditolak oleh masing-masing orang tua," kata Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir kepada CNNIndonesia.com.
Herman menuturkan bahwa penyidik telah melakukan penyelidikan dan memeriksa enam saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban.
Kejadian itu bermula saat bermula ketika korban bersama dua rekannya pergi menginap di rumah kebun milik orang tuanya, Senin (2/2) sekitar pukul 23.00 WITA.
"Malam itu, mereka berkumpul untuk menenangkan diri sambil karaoke. Haerul meninggalkan lokasi setelah menerima telepon dari istrinya. Sementara itu, korban masih berada di rumah kebun bersama Awal. Setelah Haerul pulang, korban dan saksi Awal masih melanjutkan karaoke," jelasnya.
Setelah itu, Bripda MF menerima panggilan telepon dari kekasihnya. Kemudian pembicaraan mereka terdengar oleh saksi terkait kekecewaan korban akan hubungan asmaranya.
"Dari keterangan saksi, terungkap korban mengalami tekanan mental berat akibat hubungan asmaranya yang tidak mendapatkan restu dari orang tua masing-masing pihak, karena perbedaan agama," ungkapnya.
Herman memastikan bahwa kasus tersebut murni terkait hubungan asmara korban dengan kekasihnya. Sebab, tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan.

(mir/dal)

















































