Jakarta, CNN Indonesia --
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen akan melakukan unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Jakarta pada Senin (4/5) siang ini.
Setidaknya ada tiga titik utama demo mahasiswa siang ini. Kepolisian pun menerjunkan hingga 3.225 personel gabungan untuk menjaga aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan elemen masyarakat tersebut.
Adapun tiga titik demo itu adalah di depan Kementerian Pendidikan Tinggi dan Ristek (Kemendiktiristek) dan/atau Kemendikdasmen di kawasan Senayan, di depan Gedung DPR yang juga di kawasan Senayan, dan di istana yang diizinkan hanya di area Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih dari 3 ribu aparat dikerahkan Polda Metro Jaya, dan rekayasa lalu lintas disiapkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran aksi unjuk rasa di tiga titik tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan ekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional melihat perkembangan massa di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat pengguna jalan agar memperhatikan kondisi arus lalu lintas dan menyesuaikan perjalanan, khususnya di sekitar kawasan Monas, Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka, DPR/MPR RI, Gatot Subroto, serta area sekitar Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek," kata Budi di dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara.
Kombes Budi juga meminta pengendara mengikuti arahan petugas di lapangan. Petugas lalu lintas akan membantu mengurai kepadatan apabila terjadi peningkatan aktivitas massa.
"Silakan ikuti arahan petugas. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional, menyesuaikan dinamika di lapangan," katanya.
Dia menerangkan untuk pengamanan, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 3.545 aparat ke tiga titik aksi unjuk rasa tersebut.
"Polda Metro Jaya menyiapkan 3.545 personel. Jumlah tersebut terdiri dari unsur Polda Metro Jaya sebanyak 3.351 personel, jajaran Polres sebanyak 176 personel, serta Kepala Pelayanan (Kayan) dan Perwira Pengendali (Padal) sebanyak 18 personel," katanya.
Selain itu, kegiatan ini juga didukung Sabuk Kamtibmas sebanyak 250 personel. Mereka ditempatkan di sejumlah titik untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Budi mengatakan, pihaknya akan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam melayani massa aksi. Personel juga disiapkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas, penjagaan objek, imbauan, hingga antisipasi potensi gangguan kamtibmas.
"Kami tekankan kepada seluruh personel agar bertindak persuasif dan humanis. Kehadiran Polri untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, tanpa mengganggu ketertiban umum," ujarnya.
Dia pun mengimbau massa aksi menyampaikan pendapat secara tertib dan damai serta peserta aksi tidak membawa benda berbahaya dan tidak mudah terprovokasi.
Menurutnya, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dilindungi undang-undang, namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat lainnya.
"Prinsipnya, Polda Metro Jaya hadir untuk melayani. Kami berharap aksi Hardiknas 2026 berjalan aman, tertib, dan aspirasi dapat tersampaikan dengan baik," kata Budi.
Adapun titik aksi unjuk rasa dari BEM SI dan Kerakyatan serta Koalisi Masyarakat Sipil digelar di depan Kemendikti Saintek RI, kegiatan direncanakan pada pukul 11.00 WIB.
Kemudian ada juga aksi unjuk rasa dari Dewan Mahasiswa Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri (DEMA UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan beberapa element massa di wilayah Jalan Medan Merdeka Selatan atau dikenal pula sebagai titik Patung Kuda di Kelurahan Gambir, Jakarta Pusat, pada pukul 10.00 WIB.
Selain itu, unjuk rasa juga digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indraprasta PGRI (BEM Unindra) di depan Gedung MPR/DPR pukul 11.00 WIB.
(kid/ugo)
Add
as a preferred source on Google


















































