Jakarta, CNN Indonesia --
Anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran sekaligus penasihat utama Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei, Moshen Rezaee, memperingatkan Amerika Serikat tidak mengusik kembali kapal tanker minyak Teheran.
Rezaee mengatakan jika aksi itu terus dilakukan, AS harus bersiap menyaksikan "kuburan kapal dan pasukan" Washington.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bersiaplah menghadapi kuburan kapal induk dan pasukan Anda, seperti halnya puing-puing pesawat Anda yang tertinggal di Isfahan," tulis Rezaee dalam unggahan di media sosial X, Minggu (3/5).
Dalam unggahan yang sama, Rezaee mengatakan AS merupakan satu-satunya bajak laut di dunia yang punya kapal induk. Meski begitu, fakta itu tidak menyurutkan kemampuan Teheran melawan Washington.
"Kemampuan kami untuk menghadapi bajak laut tidak kalah dengan kemampuan kami untuk menenggelamkan kapal perang," tulisnya.
Pernyataan Rezaee ini dilontarkan setelah Presiden AS Donald Trump membuka opsi untuk menyerang kembali Iran apabila Teheran "berperilaku buruk". Trump berkata demikian usai Iran menyodorkan proposal 14 poin untuk mengakhiri perang.
"Jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, ada kemungkinan hal itu bisa terjadi," kata Trump kepada wartawan sebelum naik Air Force One, Sabtu (2/5).
Proposal Iran sendiri mencakup gencatan senjata permanen dengan tenggat waktu 30 hari. Selama kurun waktu tersebut, Teheran meminta angkatan laut AS berjanji tidak akan menyerang Iran lagi dan mengakhiri semua blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Tak lama setelah bicara kepada wartawan, Trump membuat unggahan di Truth Social mengenai penolakannya atas tuntutan Iran. Ia menegaskan blokade AS terhadap pelabuhan Iran merupakan tindakan "sangat ramah" dan tak bisa dipersoalkan.
Ia juga menyemprot Iran yang menurutnya "belum membayar harga cukup mahal atas apa yang mereka lakukan terhadap umat manusia dan dunia selama 47 tahun terakhir."
(rds/rds)
Add
as a preferred source on Google


















































