Pool Taksi Green SM Disidak, Kendaraan dan Kompetensi Sopir Diperiksa

2 hours ago 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Pool taksi listrik Green SM, sebelumnya bernama Xanh SM, disidak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Selasa (28/4) malam buntut kecelakaan kereta yang membuat 15 orang tewas dan 88 orang luka.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan sidak dilakukan di pool Bekasi karena basis operasional taksi listrik yang terlibat dalam insiden.

"Dalam penyelenggaraan angkutan umum, terdapat sejumlah elemen keselamatan yang harus dipenuhi sesuai SMK PAU. Sidak ini untuk memastikan seluruh aspek tersebut dijalankan, mulai dari pemeriksaan kendaraan sebelum operasi hingga kompetensi dan kesehatan pengemudi," kata Aan di keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aan juga menjelaskan pemeriksaan di pool fokus pada kelengkapan administrasi, kelaikan kendaraan, kesiapan operasional armada, serta aspek keselamatan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami ingin memastikan sistem manajemen keselamatan di perusahaan angkutan umum telah dijalankan sesuai ketentuan. Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat beberapa temuan yang akan kami dalami lebih lanjut," ucap dia.

Selain pool Bekasi, Aan juga bilang pool pusat Green SM di Kemayoran, Jakarta bakal dilakukan pendalaman lanjutan untuk mendapat hasil lebih komprehensif.

Korlantas Polri telah menyatakan taksi listrik Green SM yang terlibat kecelakaan mengalami masalah korsleting hingga berhenti di tengah rel perlintasan sebidang. Informasi ini diungkap usai sang sopir diperiksa.

Taksi listrik yang berhenti di rel itu kemudian ditabrak kereta rel listrik (KRL) hingga proses evakuasi dilakukan dan membuat perjalanan KRL lain terganggu.

Satu KRL terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur, lantas ditabrak dari belakang oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang melaju 110 km per jam hingga menewaskan puluhan orang.

Green SM Indonesia dalam pernyataannya di media sosial menjelaskan insiden kecelakaan masih dalam proses investigasi dan belum ada kesimpulan resmi dari pihak berwenang.

Perusahaan dikatakan terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi relevan dan mendukung investigasi.

(fea/fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |