Produksi Ban di Demak, Sailun Bakal Tingkatkan Kandungan Lokal

3 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

PT Sailun Tire Indonesia (Sailun Group) mulai memproduksi ban di Demak, Jawa Tengah dengan investasi Rp4 triliun.

PCR/TBR Director Sailun Group Eko Supriyatin mengatakan perusahaan ban asal China ini akan menggunakan komponen lokal termasuk karet yang menjadi bahan baku utama pembuatan ban.

"Apakah Sailun akan menggunakan local content? Pasti Sailun akan menggunakannya dan kita akan terus melakukannya karena sekarang juga kita harus memenuhi kebutuhan industri yang harus ada tingkat kandungan lokal dalam negeri, itu juga akan menggunakan bahan baku, tidak hanya karet ya, tidak hanya dari karet saja yang akan menggunakan bahan baku dari Indonesia, yang lain juga akan kami gunakan," kata Eko.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eko, langkah ini dinilai sebagai wujud dukungan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang berlaku di Indonesia dan komitmen jangka panjang di pasar otomotif Indonesia.

"Ini baru bisa dikatakan langkah awal kami, langkah awal Sailun Group untuk importasi di Indonesia. Ke depannya akan terus berkembang, sesuai dengan kebutuhan atau permintaan pasar Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berkomitmen memanfaatkan komponen dalam negeri, Sailun Group juga berencana menghadirkan Ecopoint 3 di Indonesia, yaitu teknologi ban yang mampu menawarkan tiga keunggulan yang sulit ditemukan di ban lainnya.

Eko menjelaskan bahwa Ecopoint 3 merupakan salah satu wujud investasi Sailun Group untuk perkembangan teknologi. Ke depannya, produsen ban ini akan meningkatkan kembali kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.

"Itu investasi, nanti ke depan teknologi kami akan terus berkembang, yang kemungkinan juga akan menambah kapasitas produksi tentunya, pasti investasi lagi. Jadi, ke depannya akan terus berkembang, bahkan sudah ada rencana untuk memperluas, jika target kami tercapai, akan terus berkembang," jelasnya.

Saat ini, jangkauan pasar Sailun Group masih berfokus pada pasar domestik sebab dinilai memiliki potensi aktualitas kebutuhan yang terbilang besar.

"Dan saat ini kami fokus ke pasar domestik. Kami tahu bahwa pasar domestik sangat besar, data yang tertulis mungkin tidak begitu besar, tapi aktualitas pasar kebutuhannya sangat besar," tutup Eko.

(iqb/mik)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |