Jakarta, CNN Indonesia --
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan Hasan Fawzi sebagai pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) yang baru. Sebelumnya, posisi tersebut ditempati Inarno Djajadi yang kemudian mundur pada Jumat (30/1).
Selain Hasan, OJK juga mengumumkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua dan Wakil Dewan Komisioner OJK yang baru menggantikan Mahendra Siregar dan MIrza Adityaswara, Sabtu (31/1).
Mundurnya Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Mahendra Siregar dan Wakil Ketua DK OJK sebagai Ketua Komite Etik Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara diumumkan pada Jumat (30/1) malam di waktu berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum diangkat menjadi KE PMDK, Hasan Fawzi merupakan Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK.
Dalam keterangan resminya, OJK mejelaskan bahwa penunjukan Anggota Dewan Komisioner Pengganti ini dilakukan sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam Peraturan DK OJK dan merupakan bagian dari mekanisme kelembagaan OJK, untuk menjaga stabilitas organisasi dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.
"Keputusan jabatan Pejabat Pengganti ini berlaku efektif tanggal 31 Januari 2026," menurut keterangan resmi otoritas, Sabtu (31/1).
Ke depan,OJK menjamin kesinambungan kepemimpinan dan kelancaran pelaksanaan tugas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat dengan melakukan penunjukan pejabat pengganti anggota dewan komisioner (ADK).
Siapa Hasan Fawzi?
Pria kelahiran Purwakarta 27 April 1970 ini meraih gelar Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1993 dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Universitas LÍAE de Grenoble, Université Pierre Mendes, France.
Selanjutnya, dia mendapat gelar Magister Manajemen (MM) dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2008.
Hasan Fawzi memulai karier di PT Kliring Depositori Efek Indonesia dengan posisi terakhir sebagai Kepala Departemen Pengembangan Sistem pada 1993-1997, kemudian bergabung dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sebagai Kepala Divisi Teknologi Informasi pada 1997-2008.
Dia juga sempat menjadi Direktur PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 2008-2012, Direktur Utama KPEI selama dua periode 2012-2015 dan 2015-2018, dan Direktur Pengembangan BEI pada 2018 - 2022.
Hasan sebelumnya juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT PEFINDO Biro Kredit (2022-2023), Komisaris Utama dan Independen PT RHB Sekuritas Indonesia (2022-2023), dan Komisaris Independen PT Merdeka Battery Materials Tbk (2023).
Sebelumnya, empat pejabat OJK mengundurkan diri bersama pada Jumat (30/1), imbas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok selama dua hari beruntun.
Beberapa nama tersebut adalah Ketua Dewan Komisioner (DK)OJK, Mahendra Siregar dan Wakil Ketua DK OJK sebagai Ketua Komite Etik Merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Mirza Adityaswara.
Selain Mahendra, pejabat OJK lainnya turut mengundurkan diri. Dia adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK (KE PMDK) Inarno Djajadi.
Ada jugaDeputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK(DKTK) I. B.Aditya Jayaantara, yang baru dilantik Senin (5/1).
Pengunduran diri tersebut menyusul langkah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman yang lebih mundur jabatannya, Jumat (30/1) pagi.
Apa penyebab mundurnya pejabat OJK?
Mundurnya para pejabat OJK dan BEI merupakan imbas anjloknya IHSGpada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) hingga 8 persen. Badai itu muncul setelah perusahaan pembobotan saham Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sementara perlakuan indeks saham-saham Indonesia.
Kebijakan itu mencakup pembekuan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia, penghentian penambahan saham baru ke dalam indeks MSCI, serta tidak adanya kenaikan kelas saham di seluruh segmen indeks.
Efeknya, IHSG anjlok selama dua terakhir hingga menyebabkan penghentian perdagangan sementara (trading halt). Adapun pada perdagangan Jumat (30/1) sore, IHSG ditutup di level 8.329 menguat 97,40 poin atau naik 1,18 persen dari perdagangan sebelumnya.
(ins)

















































