Jakarta, CNN Indonesia --
Bangku Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sendiri saat ini tengah kosong, ditinggalkan penghuni lamanya Juda Agung. Alhasil, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur kepada DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres), salah satunya nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Juda resmi mengucap janjinya sebagai Deputi Gubernur BI sejak 6 Januari 2022 dengan masa tugas hingga 2027. Namun, terhitung 13 Januari 2026 pria kelahiran Pontianak tersebut mengajukan permohonan mundur dari jabatannya kepada Presiden RI.
Seiring pengajuan Supres, bangku kosong Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan Thomas digadang bakal diisi Juda Agung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun dalam beberapa bulan terakhir Thomas kerap ditugaskan mengikuti Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI oleh Menteri Keuangan Purbaya.
Kini, nama Thomas masuk daftar jajaran calon Deputi Gubernur BI bersama dua calon lainnya yakni Solikin M Juhro yang saat ini bertugas sebagai Asisten Gubernur BI, dan Dicky Kartikoyono selaku Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI.
Ketiga nama tersebut akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi XI DPR RI. Jadwal pelaksanaan uji tersebut akan ditentukan oleh DPR.
Lalu siapakah Thomas Djiwandono?
Thomas Djiwandono dikenal memiliki latar belakang kuat di bidang moneter. Pria kelahiran Jakarta, 7 Mei 1972 itu merupakan putra mantan Gubernur BI Soedradjad Djiwandono.
Soedradjad merupakan suami dari Biantiningsih Miderawati, kakak kandung Presiden Prabowo Subianto. Thomas juga merupakan cicit R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Thomas menempuh pendidikan sarjana bidang sejarah di Haverford College, Pennsylvania. Ia melanjutkan studi magister di bidang hubungan internasional dan ekonomi internasional di Johns Hopkins University, serta sempat menempuh pendidikan di School of Advanced International Studies (SAIS), Washington DC.
Karier profesional Thomas dimulai sebagai wartawan pada 1993. Ia kemudian beralih ke sektor keuangan sebagai analis di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong. Pada 2006, Thomas bergabung dengan Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo dan menjabat sebagai Deputy CEO di perusahaan agribisnis tersebut.
Di bidang politik, Thomas aktif di Partai Gerindra. Ia pernah maju sebagai calon anggota legislatif di Kalimantan Barat dan sempat menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra.
Thomas dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024 di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan tetap melanjutkan tugasnya di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
(lau/ins)

















































