Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus 10.000 pada akhir tahun. Sementara kondisi pasar saham tengah bergejolak dan sempat mengalami penghentian sementara perdagangan (trading halt).
Purbaya menilai tekanan yang terjadi di pasar saham bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
"Ini shock sementara karena fundamental kita nggak masalah," ujar Purbaya saat ditemui di Kompleks Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir RTI Infokom, IHSG berada di level 7.828 pada penutupan perdagangan sesi pertama Kamis (29/1). Level tersebu mencerminkan penurunan 5,91 persen atau 492,08 poin. Sebanyak 720 saham mengalami penurunan, 65 saham berpotensi naik dan 22 saham stagnan.
Menurut Purbaya, sentimen negatif juga muncul dari kekhawatiran pasar terkait evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menegaskan catatan yang disampaikan perusahaan pembobotan tersebut akan ditindaklanjuti oleh OJK, sehingga tidak mengubah fundamental pasar secara keseluruhan.
"Ini mungkin orang shock akan possibility kita, pasarnya dianggap pasar apa gitu, frontier level. Tapi saya kan nggak akan turun ke sana, karena fondasi kita bagus. Nanti kekurangan-kekurangan yang disebutkan MSCI akan diperbaiki oleh Pak Mahendra," jelasnya.
Purbaya pun menyampaikan keyakinannya terhadap prospek IHSG saat akhir tahun.
"To the moon, jangan takut, fondasi kita bagus. Kan saya menteri keuangannya, optimis 10.000, nggak usah takut," katanya.
Selain itu, Purbaya juga menilai tekanan di pasar saham terutama terjadi pada saham-saham spekulatif. Menurutnya, saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip dinilai masih relatif solid karena kenaikannya belum terlalu tinggi.
Purbaya menambahkan, kalau saham blue chip dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin menghindari risiko di tengah volatilitas pasar.
"Kalau yang jatuh itu saham-saham gorengan, saya sudah ingatkan dari dulu. Tapi yang besar-besar, saham blue chip itu naiknya belum terlalu tinggi. Kalau takut, lari saja ke situ," ujar Purbaya.
Optimisme tersebut disampaikan di tengah tekanan berat di pasar saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membekukan sementara perdagangan saham pada Kamis (29/1) pukul 09.26.01 WIB setelah IHSG anjlok hingga 8 persen. Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 WIB tanpa perubahan jadwal.
"Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen," ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad dalam keterangan resmi.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 8.027,83 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.049,10 sebelum terus melemah hingga ke titik terendah 7.481,99. Tekanan tersebut mendorong BEI melakukan trading halt pada pagi hari.
Setelah perdagangan dibuka kembali, IHSG masih bergerak di zona merah. Hingga pukul 11.09 WIB, IHSG tercatat di level 7.856,17 atau melemah 464,39 poin setara penurunan 5,58 persen.
Pada periode tersebut, nilai transaksi mencapai Rp25,97 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 33,98 miliar saham. Sebanyak 735 saham melemah, 49 saham menguat, dan 22 saham stagnan.
Sehari sebelumnya, BEI juga melakukan trading halt setelah IHSG ditutup melemah 7,35 persen ke level 8.320. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp45,48 triliun dengan volume perdagangan 60,85 miliar saham.
Sementara itu, analis teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG masih berada dalam fase koreksi dengan potensi tekanan lanjutan, meski peluang penguatan terbatas masih terbuka.
(lau/ins)

















































