Purbaya soal Ekonomi Gonjang-ganjing: Kita Bilang Go to Hell

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri bahwa perekonomian Indonesia cukup baik untuk tidak bergantung dan terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Hal ini ditopang oleh besarnya permintaan domestik Tanah Air yang berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian. 

Purbaya menyampaikan beberapa pihak cenderung pesimis melihat kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut turut melahirkan asumsi bahwa masa depan masyarakat suram dan Indonesia "gelap".

Dia juga menyinggung minimnya peran ekonom untuk menyebutkan bahwa permintaan dalam negeri berkontribusi sekitar 90 persen terhadap perekonomian Indonesia. Sementara sisanya, 10 persen berasal dari permintaan global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kalau yang 10 persen amburadul, saya hidupkan yang 90 persen. Kita harusnya masih nggak apa-apa. Intinya adalah, Anda jangan takut, nasib kita di tangan kita sendiri," tegas Purbaya saat orasi ilmiah di Wisuda Universitas Indonesia (UI), Sabtu (14/2).

Ke depan, Purbaya mengharapkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih baik. Untuk itu dia juga meminta dukungan dari generasi muda, khususnya wisudawan yang hadir dalam orasi ilmiah UI Sabtu (14/2), untuk ikut kontribusi. 

"Kalau Anda (wisudawan UI) nanti pintar-pintar mengurus permintaan dalam negeri tadi, walaupun ekonomi gonjang-ganjing, kita bilang go to hell," ujarnya.

Menkeu juga menekankan bahwa dirinya sangat optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan baik. Ditambah lagi, dia mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia saat ini berada di fase percepatan hingga 2033 mendatang.

"Ekonomi itu kadang-kadang naik, turun, naik, turun. Itu yang disebut business cycle," tandasnya. 

Purbaya menjelaskan siklus business cycle sebagai fase naik turunnya perekonomian. Dia menyebutkan Indonesia berada di fase resesi pada 2020, pola setelahnya 7-10 tahun ekspansi, setahun resesi.

"Resesi kita terakhir tahun 2020, 2023 kita memasuki fase ekspansi lagi, dan kalau kita pintar, kita bisa ekspansi itu sampai 2033 sebelum ekonominya melambat lagi," terang Purbaya.

Selain itu, Purbaya menilai ekonomi Indonesia memiliki potensi tumbuh setidaknya 6,7 persen menuju 7 persen. Dengan angka pertumbuhan tersebut, negara diklaim mampu menyerap tenaga kerja baru yang memasuki usia kerja.

"Kalau saya lihat Korea, Taiwan, Jepang, Amerika, Jerman, China. Untuk menjadi negara maju, Anda harus tumbuh double digit dalam lebih dari 10 tahun," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ins)

Read Entire Article
| | | |