Jakarta, CNN Indonesia --
Korea Utara merilis foto-foto putri Kim Jong Un, Kim Ju Ae, tengah latihan menembak menggunakan pistol pada Kamis (12/3).
Media pemerintah Korut merilis foto Ju Ae menembakkan sesuatu yang tampak seperti pistol, dengan satu mata tertutup, dan api menyembur dari moncong senjata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia disebut tengah menghadiri sebuah acara bersama Kim Jong Un di "pabrik amunisi utama" yang memproduksi pistol baru dan "senjata ringan portabel" lainnya.
Di foto itu terlihat Kim Jong Un dan Kim Ju Ae mengenakan jaket kulit serasi, sedang diberi pengarahan oleh para pejabat saat mereka mengunjungi fasilitas tersebut.
Saat meninjau pabrik itu, Kim Jong Un dan putrinya disebut mengunjungi "galeri tembak" di pabrik, dan menguji sendiri pistol "tipe baru" tersebut.
Kim Ju Ae memang tengah disebut-sebut sedang dipersiapkan sebagai pewaris takhta Korut.
"Meskipun usianya (Kim Ju Ae) masih muda, tampaknya rezim tersebut berusaha untuk menumbuhkan citra seorang wanita yang kuat dan tangguh," kata ahli Korut di Universitas Kyungnam Korea Selatan, Lim Eul Chul.
"Adegan menembak dengan pistol jelas menandakan bahwa ia sedang menumbuhkan atribut seorang pemimpin militer," imbuhnya.
Kim Ju Ae diperkenalkan kepada dunia secara publik pada 2022, saat dia menemani ayahnya menghadiri peluncuran rudal balistik antarbenua.
Sebelumnya satu-satunya konfirmasi soal "keberadaan" Kim Ju Ae adalah saat mantan bintang NBA Dennis Rodman mengunjungi Korea Utara pada 2013 lalu.
Momen latihan menembak Kim Ju Ae yang dipamerkan Korut terjadi bersamaan dengan ketegangan di Timur Tengah, saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke Iran.
Serangan gabungan AS-Israel itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berserta keluarganya.
Pasca kematian Khamenei, Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, yang merupakan anak Ayatollah Ali Khamenei, menjadi pemimpin tertinggi Iran.
Menanggapi hal itu, Korea Utara telah menyatakan dukungannya terhadap pengangkatan Mojtaba Khamenei. Korut juga mengecam serangan "ilegal" AS dan Israel di Iran.
"Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran," demikian pernyataan Korut, mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara.
(dna)


















































