Ramai-ramai Netizen Unfollow Ed Sheeran Imbas Isu Macklemore

1 hour ago 5

CNN Indonesia

Rabu, 23 Sep 2026 11:10 WIB

Penyanyi Ed Sheeran tampil menghibur penggemarnya saat konser di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (3/5/2019). Dalam konser yang bertajuk "Ed Sheeran Divide World Tour 2019", penyanyi asal Inggris tersebut membawakan beberapa lagu andalan ant Ed Sheeran dilaporkan kehilangan lebih dari 439 ribu followers atau pengikut di akun Instagram pribadinya dalam rentang waktu 30 hari. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, CNN Indonesia --

Ed Sheeran dilaporkan kehilangan lebih dari 439 ribu followers atau pengikut di akun Instagram pribadinya dalam rentang waktu 30 hari.

Penurunan drastis tersebut diyakini menjadi dampak dari pendepakan Macklemore dari rangkaian tur konser, Loop Tour, setelah sang rapper menyuarakan dukungan kepada Palestina pada awal September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan data analitik Social Blade, seperti diberitakan Newsweek pada Selasa (22/9), penurunan jumlah pengikut Sheeran melonjak paling tajam di puncak kontroversi, lebih dari 248 ribu followers.

Pada 15 September, akun Instagram pelantun Shape of You tersebut kehilangan hampir 150 ribu followers, yang disusul kemerosotan lanjutan lebih dari 98 ribu pengikut pada hari berikutnya.

Tren negatif di media sosial ini dinilai mengancam reputasi sang bintang.

[Gambas:Video CNN]

Ketua Reputation Management Consultants Eric Schiffer menilai langkah Sheeran telah menarik dirinya ke dalam perdebatan politik yang sangat terpolarisasi dan merugikan kariernya.

"Ed Sheeran sangat konyol dalam cara dia mengelola kontroversi ini, dan ini menjadi bahaya bagi kariernya," ujar Schiffer.

Menurutnya, hal terbaik yang bisa dilakukan pemenang empat piala Grammy tersebut saat ini adalah mundur dari panggung politik dan kembali fokus pada dunia musik.

Prahara ini berawal ketika Macklemore didepak dari rangkaian Loop Tour usai menyampaikan pernyataan pro-Palestina saat tampil di New Jersey.

Dalam komunikasi dengan Macklemore, Ed Sheeran mengatakan tak bisa lanjut tur apabila rapper bernama lengkap Benjamin Haggerty ini terus manggung sebagai opening act-nya.

Keputusan tersebut memantik kritik keras dari para aktivis hingga berujung pada aksi mundur massal dari jajaran musisi pembuka lainnya sebagai bentuk solidaritas.

Merespons tekanan yang kian membesar, Ed Sheeran menekankan keputusan itu ada di tangan promotor dan pemilik stadion, termasuk pebisnis Yahudi AS Robert Kraft.

Ia juga sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka saat tampil di Lincoln Financial Field, Philadelphia pada Sabtu (19/9).

Di hadapan puluhan ribu penonton, musisi berusia 35 tahun ini mengaku melakukan kekhilafan dalam merespons situasi sulit tersebut.

"Saya harus mengambil keputusan-keputusan yang sulit, dan saya membuat kesalahan, dan saya sangat, sangat meminta maaf," tutur Sheeran.

Dalam pidatonya yang penuh emosi, Sheeran memahami bahwa sebagian penonton yang membawa keluarga dan anak-anak mungkin tidak berekspektasi mendengar pernyataan politik di tengah konser.

"Dunia adalah tempat yang menakutkan saat ini; Amerika adalah tempat yang menakutkan saat ini. Ini memberikan harapan. Terima kasih banyak, Philadelphia," ucap Ed Sheeran.

(chri)

Read Entire Article
| | | |