Respons Bos Persib Umuh Muchtar Soal Pencabutan Larangan Suporter Away

4 hours ago 7

Bandung, CNN Indonesia --

Manajer Persib, Umuh Muchtar, menerima keputusan PSSI dan iLeague selaku operator kompetisi terkait pencabutan larangan suporter tandang atau away di Super League 2026/2027.

Menurutnya, setiap aturan federasi maupun operator kompetisi harus dihormati selama keputusan tersebut dibuat demi kebaikan sepak bola Indonesia.

"Ya, mana yang terbaiklah. PSSI mengeluarkan aturan-aturan yang masuk akal dan semua yang masih dalam koridor untuk kebaikan, ya tidak ada masalah," ujar Umuh, Sabtu (15/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manajer Persib ini memastikan harus menghormati dan menghargai segala keputusan. Sehingga, lanjutnya seluruh pertandingan di Super League 2026/2027 berjalan lebih lancar dan kondusif.

"Kita harus hormati dan kita harus hargailah. Semua biar smooth dan semua lancar," katanya.

Meski demikian, Umuh menyampaikan harapannya agar Persib tidak terus-menerus dijadikan sasaran ketika muncul persoalan dalam sepak bola nasional. Baginya, Maung Bandung selalu berusaha mengikuti aturan yang berlaku.

"Kalau untuk saya, yang terpenting semuanya adalah demi kebaikan-kebaikan. Cuma jangan selalu dicari-cari masalah Persibnya. Jangan selalu dicari-cari masalah Persib, itu aja," ucap Umuh.

"Menurut saya Persib murni dan tidak bermasalah," ucapnya menegaskan.

Pencabutan larangan suporter tandang di Super League 2026/2027 disampaikan Direktur Utama iLeague Ferry Paulus, namun ia menyatakan jika pencabutan larangan suporter tandang ini tetap ada batasannya.

"Untuk digarisbawahi, khusus untuk klub-klub yang memiliki rivalitas tinggi atau terdapat indikasi berdasarkan informasi intelijen, pertandingan tertentu dapat melarang kehadiran suporter away," kata Ferry Paulus.

"Contohnya seperti Arema FC melawan Persebaya atau Persija melawan Persib. Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian," jelas Ferry.

[Gambas:Video CNN]

(csr/nva)

Read Entire Article
| | | |