Jakarta, CNN Indonesia --
Keluarga Alex Pretti, korban yang tewas ditembak mati agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat, buka suara terkait insiden tersebut.
Orang tua Pretti, Michael dan Susan, mengatakan anak laki-lakinya senantiasa bersikap baik peduli dengan sesama. Mereka kecewa, marah, sekaligus patah hati mendengar pembunuhan terhadap anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alex adalah sosok berhati baik yang sangat peduli pada keluarga dan teman-temannya, serta para veteran Amerika yang ia rawat sebagai perawat ICU di rumah sakit VA Minneapolis," demikian pernyataan resmi keluarga pada Sabtu (24/1), dikutip CNN.
Pretti, lanjut mereka, ingin membuat dunia yang berbeda dan aman untuk ditinggali. Namun, dia kini tak bisa melihat dampak apa yang sudah diperbuat.
Orang tua Pretti bahkan menyebut anaknya sebagai pahlawan
"Saya tidak sembarangan menggunakan istilah pahlawan. Namun, pikiran dan tindakan terakhirnya adalah untuk melindungi seorang perempuan," lanjut mereka.
Di kesempatan itu, keluarga juga membantah kronologi insiden hingga tuduhan terhadap Pretti.
Mereka juga mengecam "kebohongan menjijikkan" pemerintahan Trump terkait anaknya.
"Alex jelas tidak memegang senjata saat diserang oleh preman ICE yang pengecut dan pembunuh bayaran suruhan Trump," kata keluarga.
Menurut keterangan keluarga, tangan kanan Pretti memegang ponsel, sementara tangan kiri diangkat di atas kepalanya.
"Sambil berusaha melindungi wanita yang baru saja didorong jatuh oleh ICE, sementara dia juga disemprot merica," lanjut orang tua Pretti.
Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS sebelumnya menyatakan petugas Patroli Perbatasan mencoba melucuti senjata dari seorang laki-laki yang mendekati mereka. Kemudian salah satu agen melepaskan tembakan untuk membela diri saat orang tersebut"melakukan perlawanan keras."
Komandan Patroli Perbatasan Gregory Bovino mengklaim laki-laki itu mencoba menyerang petugas penegak hukum.
Insiden ini memicu protes keras di Minneapolis. Banyak warga marah terhadap pengetatan kebijakan imigrasi yang dilakukan Trump.
(ada/els)

















































