Jakarta, CNN Indonesia --
Rusia menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mencetak sejarah jika benar-benar mengambil alih Greenland dari Denmark.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Rusia Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Trump akan "tercatat dalam sejarah" jika berhasil mengambil alih pulau di kawasan Artik itu. Namun, ia menolak mengomentari apakah hal tersebut "baik atau buruk".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam hal ini, mungkin kita bisa mengesampingkan apakah ini baik atau buruk, apakah sesuai dengan parameter hukum internasional atau tidak," kata Peskov pada Senin (19/1) seperti dikutip Reuters.
"Ada pakar internasional yang meyakini bahwa dengan menyelesaikan isu penggabungan Greenland, Trump pasti akan tercatat dalam sejarah. Bukan hanya dalam sejarah Amerika Serikat, tetapi juga sejarah dunia," paparnya menambahkan.
Peskov juga turut mengungkit bahwa belakangan ini banyak beredar "informasi yang mengkhawatirkan" terkait alasan Trump ngotot ingin mengambil Greenland karena ada faktor Rusia.
Namun, Peskov menuturkan Kremlin tidak akan mengomentari tuduhan Rusia memiliki rencana terhadap Greenland
Sementara itu, Tabloid Moskovskiy Komsomolets melaporkan Rusia menyaksikan dengan kegembiraan Eropa yang jatuh ke dalam "kekacauan total" akibat ambisi Trump soal Greenland ini.
"Secara alami, perpecahan di dalam NATO yang bermusuhan dengan Rusia merupakan kabar baik bagi Rusia," kata Vasily Kashin, pakar dari Higher School of Economics Rusia, kepada AFP.
"Meski tidak serta-merta berarti akan berdampak positif secara langsung bagi kebijakan Rusia, misalnya di Ukraina, ini merupakan pergerakan ke arah yang benar," tambahnya.
Moskow belum menyatakan apakah akan menentang Amerika Serikat mengambil alih Greenland. Namun, Rusia berulang kali memperingatkan NATO agar tidak mengerahkan pasukan dan perlengkapan militer ke kawasan Arktik.
Presiden Vladimir Putin sendiri belum berkomentar secara terbuka sejak isu ini kembali mengemuka dan menjadi fokus pemerintahan Trump dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, pada Maret 2025, Putin pernah mengatakan Trump memiliki "rencana serius terkait Greenland" yang memiliki "akar sejarah yang panjang".
Hal itu diutarakan Putin saat itu setelah Trump kembali mengemukakan kendali Amerika atas wilayah tersebut penting.
Saat itu, Putin mengatakan isu tersebut "menyangkut dua negara tertentu dan tidak ada hubungannya dengan kami", namun menegaskan Rusia "khawatir" terhadap aktivitas NATO yang meningkat di kawasan Arktik.
(rds)

















































