Jakarta, CNN Indonesia --
Samsung Electronics memperkirakan kelangkaan cip semikonduktor global akan semakin parah dan berlanjut hingga 2028 di tengah tingginya permintaan dari pusat data kecerdasan buatan (AI).
Produsen cip memori terbesar dunia itu juga mengumumkan perjanjian pasokan jangka panjang dengan sejumlah operator pusat data besar.
Samsung telah menandatangani perjanjian dengan lima perusahaan pusat data terbesar di dunia dan mendekati kesepakatan dengan lima perusahaan besar lainnya. Namun, Samsung tidak mengungkap identitas para mitranya tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir semua pelanggan meminta kontrak pasokan selama beberapa tahun," kata Wakil Presiden Eksekutif Bisnis Memori Samsung Jaejune Kim dalam panggilan laporan keuangan, dikutip dari Reuters, Kamis (30/7).
Samsung menargetkan kontrak jangka panjang mencakup sekitar dua pertiga produksi memorinya.
Menurut Kim, kontrak tersebut akan berlangsung sedikitnya lima tahun dan biasanya mencakup pembayaran di muka serta batas harga minimum. Skema itu ditujukan untuk mengurangi risiko investasi modal dan paparan terhadap siklus naik-turun industri cip.
Meski prospek permintaan dinilai kuat, investor masih mengkhawatirkan besarnya belanja infrastruktur AI perusahaan teknologi dan meningkatnya persaingan dari China.
Saham Samsung sempat naik hingga 8,4 persen, tetapi akhirnya ditutup melemah 0,7 persen. Sementara itu, saham rivalnya, SK Hynix, turun 5,6 persen.
"Narasi cip telah melemah. Investor mempertanyakan berapa lama margin tertinggi mereka dapat dipertahankan," kata analis Mirae Asset Securities Kim Seok-hwan.
Unit semikonduktor Samsung membukukan margin laba operasional sebesar 70 persen pada kuartal II.
Laba bisnis cip melonjak
Laba operasional unit semikonduktor Samsung mencapai 89,2 triliun won atau sekitar US$61,7 miliar pada kuartal II.
Angka tersebut melonjak lebih dari 250 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, laba operasional Samsung mencapai 89,5 triliun won, sedangkan pendapatannya naik 130 persen menjadi 171,5 triliun won.
Namun, kenaikan harga cip justru menekan bisnis perangkat seluler Samsung.
Divisi tersebut mencatat kerugian 700 miliar won dan membukukan kerugian kuartalan pertamanya.
"Cip yang memperkaya satu sisi Samsung kini merugikan sisi lainnya," kata analis eToro Josh Gilbert.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat Samsung semakin bergantung pada harga cip memori dan keberlanjutan permintaan dari perusahaan pusat data berskala besar.
Laba kuartalan Samsung bahkan melampaui gabungan pendapatannya selama tiga tahun terakhir. Posisi kas bersih perusahaan mencapai 167 triliun won pada akhir Juni.
(lom)


















































