Jakarta, CNN Indonesia --
Alwi Farhan benar-benar menguasai dan jadi tokoh utama cerita di Daihatsu Indonesia Masters 2026. Lapangan bulu tangkis yang ada di tengah Istora ia ubah seperti layaknya panggung pertunjukan. Alwi Farhan penuh percaya diri, bergaya, dan memamerkan keberhasilannya menjadi juara.
Alwi Farhan menjalani pekan Indonesia Masters dengan menjelma sebagai tokoh utama cerita. Pemain berusia 20 tahun tersebut benar-benar menunjukkan dirinya layak jadi pusat perhatian utama.
Dalam perjalanannya menuju podium juara, Alwi Farhan terlibat dalam duel-duel yang menarik dan layak dikenang. Mulai dari duel sengit lawan Wang Zheng Xing di babak 16 besar, mencatat kemenangan perdana atas Yushi Tanaka di perempat final, hingga akhirnya menang meyakinkan di babak semifinal dan final.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik keberhasilannya menjadi yang terbaik, Alwi Farhan selalu mengenang momen penting. Bahwa ia pernah jadi salah satu saksi mata langsung dan bersama banyak orang lainnya di Istora untuk menonton Anthony Ginting.
Momen di Indonesia Masters 2018 itu benar-benar berkesan bagi Alwi Farhan. Ia berhasil menjalani hal-hal yang selama ini ia mimpikan. Beranjak dari anak-anak yang menonton dan berharap ada di tengah lapangan hingga akhirnya benar-benar jadi magnet dan pusat perhatian.
Karena itu pula, Alwi Farhan selalu antusias menyambut penggemar yang menantinya, terlebih bila mereka adalah sosok-sosok yang seperti atlet bulu tangkis belia.
"Saya pernah seperti mereka. Menonton pertandingan dan akhirnya bisa main di Istora. Bisa jadi suatu saat nanti giliran mereka yang tampil di Istora," ujar Alwi Farhan.
Kisah Alwi Farhan juga dijalani oleh Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin yang berlaga di nomor ganda putra. Bila tahun-tahun sebelumnya, Raymond dan Joaquin bisa berjalan-jalan dengan tenang di sekitaran Istora, hal tersebut tidak bisa lagi mereka lakukan sepenuhnya di tahun 2026.
Raymond dan Joaquin juga jadi pemain yang menonjol dan mengalami lonjakan popularitas di Indonesia Masters 2026. Salah satu indikasinya adalah jumlah penonton yang rela antre di barikade pagar untuk punya kesempatan foto bareng atau meminta tanda tangan pada Raymond dan Joaquin.
Raymond/Joaquin jadi salah satu pemain Indonesia yang melejit popularitasnya seiring gelaran Daihatsu Indonesia Masters. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Saat Raymond/Joaquin memenangkan laga semifinal, mereka butuh 20 menit, atau bahkan lebih, untuk berjalan dari ruang konferensi pers ke area pemain. Semua itu karena padatnya antrean yang menanti mereka untuk berpose bersama.
Di Indonesia Masters 2026, pemain-pemain muda memang unjuk gigi. Selain tiga nama di atas, ada pula Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu yang kini jadi ganda campuran nomor satu Indonesia. Selain itu ada juga pasukan ganda putri yang berisi pemain-pemain muda seperti Febi Setianingrum, Rachel Allessya Rose, Meilysa Trias Puspitasari yang semuanya berumur 21 tahun saat ini.
Setelah gagal meraih emas di Olimpiade 2024, PBSI yang juga baru berganti kepengurusan, langsung berusaha untuk segera mengembalikan reputasi bulu tangkis Indonesia. Tahun 2025 jadi tahun transisi yang berat untuk PBSI.
Hal itu lantaran situasi yang ada tidak mendukung kebangkitan dalam waktu cepat. Pemain-pemain utama baru saja gagal di masa saat mereka seharusnya ada di peak performance alias periode terbaik sedangkan pasukan pelapis masih punya jarak cukup jauh dari pemain-pemain utama.
Di tengah prestasi muram pemain-pemain Indonesia di level utama, ada pemain-pemain muda yang mulai menggeliat di dalamnya. Raymond/Joaquin yang masih main di level turnamen internasional challenge musim lalu sudah mulai rutin tampil di turnamen utama.
Moh Zaki Ubaidillah jadi salah satu pemain muda yang mencuri perhatian sejak tahun lalu. (Arsip PBSI)
Alwi Farhan dan Jafar/Felisha sudah bisa memenangkan gelar Super 300 di tahun 2025. Perombakan di nomor ganda putri juga terlihat membuahkan sejumlah hasil lumayan bagus. Belum lagi sosok Moh Zaki Ubaidillah yang bisa merebut medali perak SEA Games 2025 setelah jadi runner up Kejuaraan Dunia Junior beberapa bulan sebelumnya. Tren yang mulai menanjak di semester kedua 2025 bisa berlanjut di awal 2026 lewat penampilan pemain-pemain muda di Indonesia Masters.
Indonesia Masters 2026 memang jadi pertanda. Tanda bahwa api-api regenerasi sudah mulai menyala.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>


















































