Senyawa Kimia Baru Kopi Ungguli Obat Diabetes di Uji Lab

4 hours ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 21 Jan 2026 06:45 WIB

Peneliti menemukan senyawa kimia baru kopi yang berpotensi mengontrol gula darah dan bahkan melampaui obat diabetes dalam uji laboratorium. Ilustrasi. Penelitian baru-baru ini menemukan senyawa kimia baru yang bagus untuk mengobati diabetes yang ada di kopi. (IT-STUDIO/Pixabay)

Jakarta, CNN Indonesia --

Senyawa kimia baru pada kopi bisa jadi obat diabetes kembali menjadi sorotan setelah penelitian terbaru mengungkap potensi kopi sebagai pangan fungsional untuk membantu mengelola diabetes tipe 2. Dalam uji laboratorium, sejumlah senyawa yang baru diidentifikasi dari biji kopi sangrai terbukti mampu menghambat enzim pemecah karbohidrat dengan efektivitas tinggi.

Penelitian ini menemukan tiga senyawa baru yang secara kuat menghambat α-glukosidase, enzim kunci dalam proses pencernaan karbohidrat. Enzim ini berperan langsung dalam menentukan seberapa cepat gula dilepaskan ke aliran darah.

Dengan kata lain, penghambatan α-glukosidase dapat membantu mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan, mekanisme yang juga menjadi target utama obat diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kopi sebagai pangan fungsional

Kopi tak lagi dipandang sekadar minuman penyemangat. Dalam beberapa tahun terakhir, kopi masuk kategori pangan fungsional karena kandungan senyawa alaminya yang berpotensi mendukung kesehatan, mulai dari antioksidan hingga efek penurun glukosa darah.

Tantangannya, kopi memiliki komposisi kimia yang sangat kompleks, terutama setelah proses sangrai.

Untuk mengatasinya, para peneliti menggunakan teknologi canggih seperti nuclear magnetic resonance (NMR) dan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS/MS). Metode ini memungkinkan identifikasi senyawa bioaktif secara lebih cepat dan presisi, termasuk senyawa dengan kadar sangat rendah yang sulit terdeteksi dengan cara konvensional.

Riset yang dipimpin Minghua Qiu dari Kunming Institute of Botany, Chinese Academy of Sciences, mengungkap aktivitas antidiabetes yang sebelumnya belum diketahui dari kopi. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research.

Melansir Science Daily, tim peneliti merancang proses tiga tahap berbasis aktivitas biologis untuk menelusuri senyawa diterpen ester dalam biji Coffea arabica sangrai. Dari pemisahan awal hingga analisis lanjutan, mereka berhasil mengisolasi tiga senyawa baru yang dinamai caffaldehydes A, B, dan C.

Penting dicatat bahwa senyawa kimia baru kopi obat diabetes tersebut menunjukkan daya hambat α-glukosidase yang sangat kuat. Nilai IC50 ketiganya bahkan lebih rendah dibandingkan acarbose, obat diabetes yang umum digunakan sebagai pembanding dalam uji laboratorium.

Ketiga caffaldehydes memiliki struktur serupa, tetapi berbeda pada jenis asam lemak penyusunnya. Meski begitu, semuanya menunjukkan aktivitas biologis yang signifikan.

Temuan ini diperkuat dengan identifikasi tiga senyawa turunan lain yang juga belum pernah dilaporkan sebelumnya, berkat pendekatan jaringan molekuler berbasis LC-MS/MS.

Hasil tersebut menegaskan bahwa strategi analisis terpadu sangat efektif untuk menemukan senyawa penting dalam bahan pangan kompleks seperti kopi.

Penemuan ini membuka peluang pengembangan produk berbasis kopi, baik sebagai pangan fungsional maupun nutraseutikal, yang ditujukan untuk membantu pengendalian gula darah. Ke depan, para peneliti berencana menguji efektivitas dan keamanan senyawa-senyawa ini secara in vivo sebelum dapat direkomendasikan untuk penggunaan lebih luas.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |