CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 11:00 WIB
Hakim resmi menjadwalkan persidangan dugaan kasus antimonopoli dalam merger Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) pada Maret 2027. (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hakim resmi menjadwalkan persidangan dugaan kasus antimonopoli dalam merger Paramount Skydance terhadap Warner Bros. Discovery (WBD) pada Maret 2027.
Jadwal tersebut lebih lambat dari yang diharapkan oleh Paramount dan dianggap sebagai langkah lanjutan pengadilan dalam menghambat proses merger dua perusahaan raksasa itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan Variety pada Selasa (4/8), Hakim Araceli Martinez-Olguin mengeluarkan putusan yang menyatakan persidangan akan berlangsung selama 12 hari pengadilan, dimulai pada 2 Maret dan berakhir pada 19 Maret 2027.
Martinez-Olguin dalam putusannya juga mengatakan konferensi pra-persidangan terakhir akan diadakan pada 24 Februari 2027.
Hakim mengatakan para pihak harus menyerahkan pernyataan manajemen kasus bersama paling lambat 13 Agustus 2026 pukul 12 siang waktu Los Angeles, untuk konferensi manajemen kasus awal pada 19 Agustus.
Dalam pengajuan 31 Juli, Paramount meminta hakim untuk menjadwalkan persidangan antimonopoli pada November 2026, sementara koalisi 12 jaksa agung negara bagian selaku penggugat dan Writers Guild of America meminta pada April 2027.
Menurut Variety, penjadwalan ini penting bagi Paramount yang akan mulai mengakumulasi "biaya berjalan" yang dibayarkan kepada pemegang saham WBD sebesar US$7 juta per hari mulai 1 Oktober hingga kesepakatan selesai.
Persidangan dijadwalkan dimulai sekitar lima bulan setelah itu. Hal itu berarti Paramount akan bertanggung jawab membayar sekitar US$1,2 miliar kepada pemegang saham WBD pada saat persidangan dijadwalkan berakhir.
"Pengadilan telah menetapkan tanggal persidangan pada awal Maret," kata juru bicara Paramount Skydance mengatakan dalam pernyataannya.
"Kami menghormati keputusan pengadilan dan terus percaya bahwa persidangan berdasarkan pokok perkara adalah cara terbaik dan paling langsung bagi kami untuk membuktikan apa yang telah kami katakan sejak awal, transaksi ini sah, pro-kompetitif, dan tidak menimbulkan kekhawatiran antimonopoli."
"Gugatan terhadap kami tidak memiliki dasar dalam fakta, ekonomi, atau hukum antimonopoli. Kami akan terus membela transaksi ini dengan gigih dan tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya sesegera mungkin sehingga manfaatnya bagi komunitas kreatif dan konsumen dapat terwujud."
"Sehubungan dengan rencana akuisisi Warner Bros. Discovery, kami sepenuhnya mengharapkan transaksi tersebut akan selesai dan tetap fokus pada persiapan untuk kombinasi yang sukses setelah selesai."
Dalam pengajuan gugatannya akhir Juli 2026, Paramount berpendapat penundaan tersebut "merugikan industri kreatif, individu-individu yang bekerja di dalamnya, dan konsumen yang mendapat manfaat darinya."
Koalisi 12 negara bagian, termasuk California dan New York, mengajukan gugatan pada 13 Juli dengan tuduhan bahwa pengambilalihan Warner Bros. Discovery senilai US$111 miliar oleh Paramount akan secara ilegal mengurangi persaingan di pasar distribusi jaringan penyiaran dasar dan bioskop.
Sementara itu, WGA mengajukan gugatan terpisah keesokan harinya, dengan alasan bahwa merger itu juga akan merugikan pasar bagi para penulis.
(end)


















































