Studi Ungkap Alasan Senin Jadi Hari Paling Bikin Stres

5 hours ago 6

CNN Indonesia

Senin, 06 Apr 2026 11:30 WIB

Studi terbaru menemukan stres hari Senin bukan sekadar perasaan, tapi tertanam dalam respons biologis tubuh manusia. Ilustrasi. Banyak orang benci Senin, dan ini ternyata ada alasan ilmiahnya. (Istockphoto/krung99)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bayangkan ini, akhir pekan yang terasa singkat berakhir, lalu alarm berbunyi pukul enam pagi di hari yang paling banyak dibenci yakni, Senin. Baik bekerja dari rumah maupun harus bergegas ke kantor, Senin pagi seolah menjadi penanda resmi dimulainya rutinitas dan tanggung jawab.

Tak jarang muncul pertanyaan, apakah perasaan enggan dan cemas di hari Senin hanya dirasakan segelintir orang, atau memang dialami hampir semua orang?

Jawabannya kini semakin jelas. Sebuah studi terbaru dari University of Hong Kong yang dipublikasikan dalam Journal of Affective Disorders menemukan bahwa stres hari Senin tertanam dalam biologi manusia. Bahkan, efek ini juga dirasakan oleh mereka yang sudah pensiun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian tersebut mengungkap bahwa tubuh dan otak manusia telah 'terkondisi' untuk mengaitkan hari Senin dengan tekanan dan kecemasan. Para peneliti pun menelusuri mengapa Senin begitu lekat dengan rasa cemas, bagaimana stres itu termanifestasi dalam tubuh, serta dampaknya bagi kesehatan secara keseluruhan.

Fenomena yang disebut sebagai anxious Monday diamati pada pekerja maupun pensiunan. Penelitian ini menganalisis data lebih dari 3.500 orang dewasa lanjut usia yang mengikuti studi penuaan jangka panjang.

"Senin bertindak sebagai 'penguat stres' secara kultural," ujar Profesor Tarani Chandola, penulis utama studi tersebut, melansir Real Simple.

Dia menjelaskan bahwa bagi sebagian orang, transisi menuju awal pekan memicu rangkaian reaksi biologis yang dampaknya bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Menariknya, hal ini tidak semata berkaitan dengan pekerjaan, melainkan tentang betapa dalamnya makna hari Senin tertanam dalam fisiologi stres manusia, bahkan setelah masa kerja berakhir.

Penelitian ini juga menemukan bahwa sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), sistem yang mengatur hormon stres seperti kortisol, tekanan darah, insulin, dan sistem imun mengalami gangguan yang khas pada hari Senin. Dengan kata lain, tubuh manusia secara biologis dan kultural memandang Senin sebagai hari penuh tekanan.

Dampak nyata bagi kesehatan

Tak berhenti pada pemahaman psikologis, peneliti juga menelaah dampak anxious Monday terhadap kesehatan. Hasilnya cukup mencengangkan.

Kadar kortisol meningkat hingga 23 persen, yang terdeteksi melalui sampel rambut, baik pada mereka yang masih bekerja maupun yang sudah pensiun. Selain itu, risiko serangan jantung tercatat meningkat sebesar 19 persen.

Menariknya, hanya sekitar 23 persen efek anxious Monday yang dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang sudah diketahui, seperti persepsi kecemasan di hari Senin. Sementara itu, 77 persen sisanya berasal dari komponen yang belum sepenuhnya dapat dijelaskan oleh para peneliti.

Temuan ini menegaskan bahwa rasa berat dan tidak nyaman di hari Senin bukan sekadar sugesti atau keluhan tanpa dasar. Ada mekanisme biologis nyata yang bekerja di baliknya.

Maka, memberi ruang untuk beradaptasi di awal pekan bukanlah tanda kelemahan. Bersikap lebih lembut pada diri sendiri dan orang lain di hari Senin justru bisa menjadi langkah kecil untuk menjaga kesehatan fisik dan mental sepanjang minggu.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |