Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang anggota Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh Muhammad Rio menjadi tentara bayaran di Rusia untuk perang melawan Ukraina. Dia kini sudah dipecat karena desersi atau lari dari kedinasan tanpa melapor atasan.
Sebelumnya ada nama Satria Kumbara yang pernah berdinas di Marinir, TNI Angkatan Laut. Kabar terakhir menyebut Satria sempat terluka parah saat bentrok dengan pasukan Ukraina di medan tempur.
Muhammad Rio
Pangkat terakhirnya sebelum desersi adalah brigadir dua (Bripda). Kepala Bidang Humas Polda Aceh Komisaris Besar Joko Krisdiyanto mengatakan sebelum dipecat karena desersi, Rio sudah menghadapi dua kali sidang disiplin dan etik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bripda Muhammad Rio ini pernah bermasalah karena melanggar kode etik profesi Polri," kata Joko, Sabtu (17/1).
Joko menjelaskan sebelum meninggalkan tugas, Muhammad Rio punya riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri dan disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) atas kasus perselingkuhan hingga menikah siri.
Kasus itu diputus dalam Sidang KKEP pada 14 Mei 2025 dengan Nomor: PUT KKEP/12/V/2025/KKEPP. Salah satu isi putusan yaitu sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun dan penempatan di Yanma Brimob.
Setelah menjalani sanksi tersebut, terhitung sejak 8 Desember 2025 Rio diketahui tidak lagi masuk kantor untuk melaksanakan dinas tanpa keterangan jelas. Polda Aceh kemudian melakukan berbagai upaya pencarian, termasuk mengirim dua surat panggilan dan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pada 7 Januari, Rio tiba-tiba mengirim pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Pesan tersebut berisi foto dan video yang menunjukkan dirinya telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia.
Setelah mangkir dari panggilan dan terlacak melakukan perjalanan tanpa izin, pada 8 Januari 2026, Polda Aceh pun memproses pelanggaran kode etik profesi Polri dan langsung menggelar Sidang KKEP pertama secara in absentia. Sidang KKEP kedua digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, di ruang Sidang Bidpropam Polda Aceh.
Dalam putusan sidang, Bripda Muhammad Rio dikenakan Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto sejumlah pasal dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.
Ia diberikan sanksi administratif berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Satria Arta Kumbara
Sebelum Muhammad Rio, mantan marinir TNI Angkatan Laut (AL), Satria Arta Kumbara, juga ramai diberitakan karena bergabung dengan tentara bayaran Rusia.
Satria pertama kali ketahuan gabung militer Rusia pada Mei 2025 karena unggahan akun TikTok.
TNI AL kemudian membenarkan Satria mantan anggotanya dengan pangkat terakhir Sersan Dua (Serda). Ia sempat berdinas di Kesatuan Marinir Cilandak, namun Satria desersi sejak 13 Juni 2022.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL saat itu, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hadi mengatakan Satria resmi dipecat dari Inspektorat Korps Marinir (Itkomar) berdasarkan putusan in absentia oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada 6 April 2023.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Supratman Andi Agtas mengatakan status WNI Satria otomatis hilang setelah bergabung dengan militer asing. Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan RI pasal 23 huruf d dan e.
Satria sempat memohon maaf kepada Presiden RI Prabowo Subianto setelah tahu dirinya kini tak lagi WNI. Ia mengaku tidak tahu soal konsekuensi tersebut dan memohon agar pemerintah membantunya mengakhiri kontrak dengan Rusia supaya bisa kembali ke tanah air.
"Saya memohon kebesaran hati Bapak Prabowo Subianto, Bapak Gibran, Bapak Sugiono. Mohon kebesaran hati bapak membantu mengakhiri kontrak saya tersebut dan dikembalikan hak kewarganegaraan saya untuk kembali ke Indonesia," ujarnya dalam video yang beredar di media sosial.
Beberapa bulan lalu, Satria sempat dilaporkan terluka dalam perang. Hingga hari ini, belum ada kabar kembali dari yang bersangkutan.
Rusia memang mengerahkan tentara bayaran saat berperang dengan Ukraina. Tentara bayaran ini disebut berasal dari sejumlah negara.
(blq/sur)















































