Survei BI: Penjualan Eceran Membaik pada Januari 2026

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) merilis survei penjualan eceran Januari 2026 diprakirakan meningkat secara tahunan.

Hal itu tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 yang diprakirakan tumbuh sebesar 7,9 persen secara tahunan (yoy).

Adapun kinerja penjualan eceran tersebut ditopang pertumbuhan Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara bulanan, penjualan eceran pada Januari 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 0,6 persen month to month (mtm) sejalan dengan normalisasi konsumsi masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru.

"Meski demikian, kontraksi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 4,7 persen (mtm)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi, Selasa (10/2).

Berdasarkan kelompoknya, penurunan indeks berasal dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau. Di mana pada Desember 2025 indeks berada di 323,9 menjadi 320,6 pada Januari 2026 atau sekitar 1 persen.

"(Terkontraksi) Seiring dengan berakhirnya HBKN Natal dan Tahun Baru," jelas laporan tersebut.

Sementara itu, pada Desember 2025, IPR tumbuh sebesar 3,5 persen (yoy) terutama didukung oleh pertumbuhan penjualan Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Barang Budaya dan Rekreasi.

Secara bulanan, penjualan eceran Desember 2025 tumbuh sebesar 3,1% (mtm), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,5 persen (mtm).

Peningkatan tersebut didorong oleh kinerja mayoritas kelompok, terutama Peralatan Informasi dan Komunikasi, Barang Budaya dan Rekreasi, Suku Cadang dan Aksesori, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau sejalan dengan peningkatan permintaan masyarakat saat HBKN Natal dan Tahun Baru.

Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Maret dan Juni 2026, diprakirakan meningkat.

Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Maret dan Juni 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,7 dan 156,3, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada periode sebelumnya sebesar 168,6 dan 154,5. Peningkatan tersebut didorong oleh ekspektasi kenaikan harga pada periode HBKN Idulfitri 1447 H.

[Gambas:Video CNN]

(ins/sfr)

Read Entire Article
| | | |