CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB
Ilustrasi. Kesemutan bisa terjadi di tangan, kenali peyebab (Istockphoto/Moyo Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kesemutan pada tangan merupakan keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan pada saraf atau pembuluh darah, misalnya karena posisi duduk atau tidur yang tidak biasa.
Dalam banyak kasus, kesemutan bersifat sementara dan akan hilang setelah tekanan tersebut berkurang.
Namun, jika kesemutan terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Lalu, apa saja penyebab tangan sering kesemutan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Medical News Today, sensasi kesemutan dapat berkaitan dengan neuropati perifer, yaitu kondisi ketika saraf mengalami kerusakan sehingga memicu gejala seperti kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada tangan dan kaki.
Berikut sejumlah penyebab tangan sering kesemutan yang perlu diketahui:
1. Kekurangan vitamin
Kekurangan beberapa jenis vitamin, seperti vitamin E, vitamin B1, vitamin B12, dan niasin, dapat memengaruhi fungsi saraf dan memicu kesemutan pada tangan maupun kaki. Sebaliknya, kelebihan vitamin B6 juga dapat menyebabkan gangguan saraf.
Khusus kekurangan vitamin B12, kondisi ini dapat menyebabkan neuropati perifer. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi pusing, sesak napas, kelelahan, sakit kepala, gangguan pencernaan, nyeri dada, mual, hingga pembesaran hati.
Penanganan umumnya dilakukan dengan memperbaiki pola makan atau mengonsumsi suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.
2. Cedera regangan berulang (Repetitive Strain Injury/RSI)
Cedera regangan berulang atau Repetitive Strain Injury (RSI) terjadi akibat gerakan yang sama dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja yang banyak menggunakan komputer, mengetik, atau melakukan aktivitas berulang lainnya.
RSI dapat memengaruhi pergelangan tangan, lengan bawah, siku, hingga bahu. Selain kesemutan, gejalanya meliputi nyeri, pegal, kaku, berdenyut, lemah, dan kram.
Penanganan biasanya mencakup istirahat, kompres dingin, serta penggunaan obat antiinflamasi sesuai kebutuhan.
3. Konsumsi alkohol berlebihan
Alkohol bersifat toksik bagi jaringan saraf. Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dan berlangsung lama dapat meningkatkan risiko neuropati alkoholik, yaitu kerusakan saraf akibat paparan alkohol.
Kondisi ini dapat menimbulkan kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada tangan dan kaki. Sejumlah penelitian menunjukkan neuropati alkoholik cukup umum ditemukan pada individu dengan riwayat konsumsi alkohol jangka panjang.
Penanganan utamanya adalah mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol.
4. Efek samping obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat menimbulkan kesemutan sebagai efek samping. Kondisi ini dapat terjadi pada obat-obatan tertentu yang digunakan untuk pengobatan kanker, kejang, maupun tekanan darah tinggi.
Jika kesemutan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah gejala tersebut berkaitan dengan pengobatan yang sedang dijalani.
5. Sindrom terowongan karpal (Carpal Tunnel Syndrome/CTS)
Menurut WebMD, carpal tunnel syndrome (CTS) merupakan kondisi yang terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan mengalami tekanan atau penjepitan.
CTS dapat menyebabkan nyeri, mati rasa, dan kesemutan pada tangan serta lengan. Kondisi ini cukup sering terjadi pada orang yang melakukan gerakan tangan berulang, serta pada ibu hamil akibat perubahan tubuh dan retensi cairan yang menekan saraf median.
6. Sindrom jebakan saraf ulnaris
Sindrom jebakan saraf ulnaris (ulnar nerve entrapment syndrome) terjadi ketika saraf ulnaris mengalami tekanan atau iritasi. Saraf ini berperan dalam mengatur sensasi dan gerakan pada sebagian lengan hingga jari tangan.
Gejalanya umumnya berupa kesemutan pada jari manis dan jari kelingking, serta rasa tidak nyaman di bagian dalam lengan bawah dan telapak tangan.
7. Kelumpuhan saraf radial
Kelumpuhan saraf radial (radial nerve palsy) merupakan gangguan pada saraf radial yang mengendalikan otot trisep, pergelangan tangan, dan jari-jari.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat tekanan pada saraf radial yang membentang di sepanjang lengan. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang tertidur dengan posisi lengan terjepit di antara kepala dan permukaan yang keras dalam waktu lama.
Selain kesemutan, penderita dapat mengalami kelemahan pada pergelangan tangan dan jari.
Kesemutan pada tangan umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, bila keluhan muncul berulang, berlangsung lama, atau disertai kelemahan otot, nyeri hebat, maupun mati rasa yang semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
(glo/tis)
Add
as a preferred source on Google


















































