Teknologi Kesehatan Bisa Bantu Hidup Sehat, Asal Tak Berlebihan

1 hour ago 7

CNN Indonesia

Jumat, 26 Jun 2026 23:49 WIB

Teknologi Kesehatan Bisa Bantu Hidup Sehat, Asal Tak Berlebihan Ilustrasi kesehatan digital kini makin dilirik, namun penggunaannya tetap harus hati-hati. (Istockphoto/ipopba)

Jakarta, CNN Indonesia --

Harapan hidup masyarakat terus meningkat. Di satu sisi, kabar ini menjadi pencapaian besar di bidang kesehatan. Namun di sisi lain, bertambahnya populasi usia harapan hidup juga membawa tantangan baru, terutama dalam menjaga kualitas hidup dan kemandirian.

Di tengah kondisi tersebut, teknologi kesehatan digital hadir sebagai salah satu solusi. Mulai dari jam tangan pintar (smartwatch), gelang kebugaran, hingga aplikasi kesehatan kini memungkinkan seseorang memantau detak jantung, kualitas tidur, aktivitas fisik, bahkan tingkat stres hanya melalui ponsel.

Melansir National Library of Medicine, berbagai penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital berpotensi mengubah pendekatan layanan kesehatan dari yang semula berfokus pada pengobatan menjadi lebih preventif. Lansia pun dapat memantau kondisi kesehatannya dari rumah tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya itu, teknologi juga dapat membantu siapa saja mempertahankan kemandirian lebih lama. Pemantauan kesehatan secara rutin memungkinkan mereka tetap aktif menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus mengurangi risiko komplikasi penyakit kronis.

Saat teknologi justru memicu kecemasan

Meski menawarkan banyak manfaat, penggunaan teknologi kesehatan tidak selalu berdampak positif. Di balik kemudahannya, muncul fenomena yang mulai banyak dibahas para peneliti, yakni digital health anxiety atau kecemasan akibat data kesehatan digital.

Melansir Medical Futurist, kondisi ini terjadi ketika seseorang menjadi terlalu terpaku pada angka-angka yang ditampilkan perangkat kesehatan. Alih-alih merasa lebih tenang, mereka justru semakin khawatir terhadap kondisi tubuhnya.

Bayangkan seseorang yang bangun pagi dalam kondisi segar. Namun setelah melihat aplikasi pelacak tidur menunjukkan kualitas tidurnya buruk, ia mulai merasa lelah dan menganggap tubuhnya tidak fit, meski sebelumnya tidak merasakan keluhan apa pun.

Hal serupa juga dapat terjadi saat berolahraga. Fokus yang semula ditujukan untuk menikmati aktivitas fisik berubah menjadi obsesi mengejar target detak jantung, kecepatan lari, atau jumlah langkah. Akibatnya, olahraga kehilangan esensinya sebagai aktivitas yang menyenangkan.

Sejumlah penelitian bahkan menemukan bahwa penggunaan smartwatch dan pelacak kesehatan pada sebagian pasien justru meningkatkan kecemasan karena mereka terus-menerus memantau perubahan kecil pada tubuh yang belum tentu berbahaya.

Data bukan pengganti dokter

Para ahli menilai data kesehatan akan memberikan manfaat apabila diikuti dengan pemahaman yang benar. Sebaliknya, informasi yang tidak dipahami justru berpotensi menimbulkan stres.

Pendampingan tenaga kesehatan menjadi faktor penting agar pengguna dapat menginterpretasikan data secara tepat. Dokter dapat membantu menjelaskan kapan suatu perubahan merupakan hal yang normal dan kapan perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

Meta-analisis mengenai intervensi kesehatan digital juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi yang disertai pendampingan tenaga kesehatan lebih efektif membantu mengurangi kecemasan maupun depresi dibanding penggunaan teknologi tanpa arahan.

Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan hasil pemantauan dari perangkat digital. Data tersebut sebaiknya dipandang sebagai alat bantu, bukan sebagai penentu diagnosis.

Teknologi kesehatan akan memberikan manfaat maksimal apabila digunakan secara proporsional. Tidak semua perubahan angka harus menjadi alasan untuk panik.

Apabila hasil pemantauan terasa membingungkan, pengguna sebaiknya berkonsultasi dengan dokter daripada mencari kesimpulan sendiri. Begitu pula jika penggunaan perangkat justru membuat seseorang tertekan, tidak ada salahnya mengurangi frekuensi pemantauan.

Seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi kesehatan, berbagai penyedia layanan juga mulai menghadirkan fitur yang berfokus pada pencegahan penyakit dan pembentukan gaya hidup sehat. Lippo General Insurance Tbk (LGI) bahkan menghadirkan fitur Care+ di aplikasi eBenefit Health yang menyediakan pemantauan aktivitas fisik, kualitas tidur, nutrisi, hingga analisis kesehatan berbasis AI.

Vice President Director LGI Ricky Choi mengatakan, teknologi kesehatan seharusnya tidak hanya berfungsi saat seseorang sakit, tetapi juga membantu masyarakat menjaga kesehatannya sejak dini.

"Care+ merupakan bagian dari komitmen LGI untuk menghadirkan solusi kesehatan digital yang tidak hanya mendukung perlindungan, tetapi juga membantu masyarakat menjaga kesehatannya secara proaktif. Melalui fitur ini, pengguna dapat memantau berbagai aspek kesehatan sehari-hari dengan lebih mudah dan terintegrasi," ujar Ricky Choi.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil pemantauan dari perangkat digital tetap perlu dipahami secara bijak dan tidak menggantikan konsultasi dengan tenaga kesehatan. Data kesehatan seharusnya menjadi alat bantu untuk mengambil keputusan yang lebih baik, bukan sumber kecemasan baru.

(tis/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |