CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 13:15 WIB
Ilustrasi. Ada banyak manfaat buah kecapi untuk kesehatan. (istockphoto/itekkk)
Jakarta, CNN Indonesia --
Buah kecapi atau santol sempat menjadi perbincangan publik setelah muncul dalam menu makan bergizi gratis (MBG). Menu tersebut ditolak sebagian orang tua siswa.
Padahal, di balik rasanya yang khas asam-manis, manfaat buah kecapi cukup beragam jika dikonsumsi dalam kondisi segar dan layak makan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari My Healthopedia, kecapi atau santol merupakan buah tropis yang sudah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Buah ini memiliki kulit tebal yang perlu dikupas atau dipotong, dengan daging buah berwarna putih menyerupai kapas yang menjadi bagian utama untuk dikonsumsi. Rasa buah kecapi cenderung seimbang antara manis dan asam.
Saat musim panen, buah ini mudah dijumpai di pasar tradisional dan biasa dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi rujak, manisan atau campuran masakan tradisional.
Manfaat buah kecapi
Mengutip dari Health Benefits, berikut merupakan beberapa manfaat buah kecapi.
1. Mengobati diare dan sembelit
Manfaat buah kecapi yang paling dikenal berasal dari kandungan seratnya. Serat membantu memperlancar pergerakan usus dan menjaga kesehatan saluran cerna.
Serat pada buah dapat menarik air keluar dari usus besar atau menyerap kelebihan air dari kotoran untuk menjaganya tetap lunak. Hal tersebut membantu proses buang air besar menjadi jauh lebih mudah.
2. Mendukung daya tahan tubuh
Ilustrasi. Ada banyak manfaat buah kecapi. (istockphoto/staticnak1983)
Buah kecapi mengandung vitamin C yang berfungsi membantu meningkatkan sistem imun. Vitamin ini berperan dalam melindungi tubuh dari infeksi ringan serta membantu proses pemulihan saat tubuh sedang tidak fit.
Selain itu, buah ini mengandung quercetin atau antioksidan yang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Senyawa ini dipercaya dapat membantu pencegahan dan pengobatan kanker.
3. Membantu mencegah diabetes
Kecapi memiliki indeks glikemik yang relatif rendah dan kaya serat. Kombinasi ini membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah, sehingga bermanfaat bagi pengendalian kadar gula jika dikonsumsi dalam porsi wajar.
Salah satu manfaat buah ini berasal dari pektin, yaitu serat larut yang membantu mengikat kolesterol jahat (LDL) di usus.
Hal tersebut dapat membantu mencegah lemak diserap ke dalam sistem peredaran darah. Tingkat LDL yang tinggi dapat mengakibatkan hipertensi, stroke, hingga penyakit jantung.
5. Mengontrol berat badan
Kandungan serat pada kecapi juga berkontribusi dalam menciptakan rasa kenyang yang lebih lama. Hal ini membantu mengontrol asupan makan dan berpotensi mendukung pengelolaan berat badan.
Selain mengurangi keinginan untuk makan, serat dalam buah kecapi mampu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan berkat kandungan nutrisinya.
6. Membantu mencegah anemia
Ilustrasi. Mencegah anemia, salah satu manfaat buah kecapi. (iStockphoto/AsiaVision)
Buah kecapi memiliki manfaat lainnya yang berasal dari kandungan zat besi yang dibantu oleh vitamin C. Zat besi sendiri merupakan mineral yang sangat penting untuk produksi sel darah merah.
Sementara itu, vitamin C dikenal dapat membantu usus menyerap zat besi secara efektif. Kombinasi ini mendukung pembentukan sel darah merah dan membantu mencegah anemia.
7. Mendukung kesehatan tulang dan gigi
Mengunyah buah berserat seperti kecapi dapat merangsang produksi air liur yang membantu membersihkan sisa makanan di mulut dan menekan pertumbuhan bakteri penyebab gigi berlubang.
Selain itu, kandungan kalsium dan fosfor pada buah ini membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi yang mampu mencegah osteoporosis dan menjaga kekuatan enamel gigi.
Kandungan kolagen yang tinggi membuat kulit tampak awet muda dan kencang. Vitamin C pada buah ini juga dikenal sebagai antioksidan bersama dengan karoten dan quercetin yang terkandung dalam buah-buahan.
9. Mencegah Alzheimer
Menurut penelitian terbaru, minum jus buah ini secara teratur dapat mencegah Alzheimer. Hal tersebut karena kandungan antioksidan tinggi yang terdapat buah ini. Antioksidan tersebut dapat melawan proses penuaan otak.
Dalam pengobatan tradisional, bagian lain dari tanaman kecapi seperti daun, kulit batang, dan akar juga telah lama dimanfaatkan.
Meski memiliki berbagai manfaat buah kecapi, konsumsi buah ini tetap perlu memperhatikan kebersihan dan kesegarannya. Buah yang sudah rusak, terlalu lama disimpan, atau tidak ditangani dengan baik justru dapat menimbulkan gangguan pencernaan.
(nga/asr)

















































