Tertangkap Tidur saat Rapat, Trump Ngaku Cuma Merem

3 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku cuma memejamkan mata saat dirinya tertangkap tidur kala menghadiri rapat kabinet bulan lalu.

Dalam wawancara bersama Wall Street Journal (WSJ) yang terbit pada Kamis (1/1), Trump membantah bahwa ia terlelap di tengah rapat. Ia menyebut momen ketika kamera menangkapnya tidur adalah momen saat ia sedang berkedip.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya bukan orang yang suka tidur," kata Trump.

"Saya cuma akan menutup mata. Itu sangat menenangkan bagi saya," ujarnya.

"Kadang-kadang mereka akan mengambil foto saya saat berkedip dan mereka menangkap momen kedipan mata saya," lanjut Trump lagi.

Pada awal Desember lalu, Trump kedapatan tertidur saat sedang menghadiri rapat kabinet bersama para menterinya. Ia kesulitan membuka mata ketika mendengar menteri-menterinya melaporkan pekerjaan mereka.

Pada 6 November, Trump juga terlihat tak kuasa menahan kantuk selama nyaris 20 menit kala rapat di Oval Office. Fotonya ketika tertidur di momen itu viral karena terlihat amat jelas dari sudut pandang kamera yang tidak tersedia di Oval Office.

Selama ini, Trump kerap mencemooh mantan Presiden AS Joe Biden gegara kerap tertangkap tidur di kamera. Ia bahkan menjuluki Biden "Sleepy Joe".

Trump menganggap momen tidur semacam itu tak pantas bagi seorang presiden dan merupakan tanda ketidakpedulian Biden. Kini, situasi tersebut tampaknya sedang berbalik.

Ngaku konsumsi aspirin dosis tinggi

Dalam wawancara yang sama, Trump juga bicara soal kondisi tubuhnya yang kerap terlihat memar di berbagai kesempatan.

Ia mengaku mengonsumsi aspirin dengan dosis yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan dokternya. Hal itu yang menyebabkan tangannya terlihat memar hingga memicu pertanyaan publik.

"Mereka bilang aspirin bagus untuk mengencerkan darah, dan saya tidak mau darah kental mengalir melalui jantung saya," kata Trump, seperti dikutip CNN.

"Saya mengonsumsinya dalam jumlah yang lebih besar. Ini sudah saya lakukan bertahun-tahun, dan yang terjadi adalah hal itu menyebabkan memar," ucapnya.

Sejak beberapa waktu terakhir, publik berspekulasi bahwa Trump tidak sedang dalam kondisi prima. Kondisi Trump diperbincangkan terutama setelah ia menonton FIFA Club World Cup di New Jersey, di mana pergelangan kakinya terlihat bengkak dan tangannya terlihat memar.

Tangan memar Trump sebetulnya sudah beberapa kali terlihat jelas saat ia tampil di publik. Namun, selama berbulan-bulan, Gedung Putih menolak pertanyaan mengenai kondisi tersebut.

Gedung Putih saat itu hanya menyatakan memar di tangan Trump murni karena ia sering berjabat tangan.

Setelah didesak wartawan, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt akhirnya terus terang bahwa Trump mengonsumsi aspirin. Namun, Gedung Putih menegaskan Trump tidak mengalami penyakit serius.

"[Trump memiliki] struktur dan fungsi jantung yang normal, tidak ada tanda-tanda gagal jantung, gangguan ginjal, atau penyakit sistemik," kata Leavitt saat itu.

(blq/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
| | | |